<<
BERITADPP GOLKAR

Peringati Tahun Baru Islam, Ketum Golkar: Pandemi Covid-19 Ujian Dan Momentum Transformasi Diri

Berita Golkar – Partai Golkar Jawa Timur telah menggelar lomba tartil Al Quran dalam rangka tahun baru Islam pada tanggal 10-23 Agustus lalu.

Lomba tartil Al Quran tersebut dilaksanakan DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Timur bersama dengan DPD Majelis Dakwah Islamiyah (MDI) Provinsi Jawa Timur, DPD Satkar Ulama Provinsi Jawa Timur dan DPD Pengajian AL Hidayah Provinsi Jawa Timur. Pengumuman pemenang pun digelar pada Sabtu (29/8). Acara dibuka dengan sambutan Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto.

“Saya sangat menyambut baik kegiatan keagamaan seperti ini, dengan melibatkan  organisasi-organisasi keagamaan di lingkungan Partai Golkar Provinsi Jawa Timur,” ujar Airlangga dalam keterangannya.

Dikatakan Airlangga, kegiatan peringatan tahun baru Islam 1 Muharam 1442 H menjadi lebih bermakna dengan penyelenggaraan lomba baca Al-Quran secara  tartil, terutama bagi syiar Islam. Dia pun menyinggung soal kondisi bangsa saat ini di tengah pandemik Covid-19. Tahun baru Islam di masa pandemik harus dimaknai positif bahwa manusia sedang diuji oleh Tuhannya.

Baca Juga :  Golkar Rekomendasikan Irman Yasin Limpo di Pilkada Makassar

“Di era pandemik Covid-19 ini, seharusnya menyadarkan kita bahwa ada hikmah dibalik ujian yang diberikan Allah SWT kepada kita. Covid-19 yang melanda 215 negara di seluruh dunia dan menjadikan dunia mengalami kemunduran,” jelasnya.

“Saat ini, terjadi krisis perekonomian dunia terparah sepanjang sejarah. Ekonomi negara-negara maju bahkan minus belasan persen, sampai minus 17 persen, termasuk negara kita yang minus 5,32 persen,” imbuh Menko Bidang Perekonomian itu.

Baca Juga :  Ahkam Gajali Resmi Nahkodai DPD Partai Golkar Kepulauan Sula

Tahun baru Islam, sambungnya, adalah waktu yang tepat untuk menjadikan momentum musibah pandemik sebagai sebuah kebangkitan baru untuk melakukan sebuah lompatan besar.

“Kita manfaatkan momentum ini untuk hijrah. Hijrah dalam pengertian melakukan tranformasi diri. Dimulai dengan membenahi diri secara fundamental dari berbagai segi baik ekonomi, pemerintahan, sosial, kebudayaan, termasuk juga soal kesehatan dan pendidikan,” ucapnya.

Kemajuan suatu bangsa, kata Airlangga, tidak tergantung kepada orang lain atau negara lain. Kemajuan bangsa Indonesia tergantung dari keinginan yang kuat, kemampuandan kerja keras kita sendiri untuk mengubahnya.

“Allah berfirman dalam Surat Al-Radu ayat 11: Sesungguhnya Allah tidak akan  mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri,” demikian Airlangga.

sumber

BERITA TERKAIT

Back to top button