<<
BERITADPP GOLKAR

Tanggapan DPP Golkar Soal Kader Golkar di Badung

Berita Golkar – Mundurnya para kader Golkar di 57 Desa se-Badung ditanggapi dingin oleh DPP Golkar.

Ketua Korwil Pemenangan Pemilu (PP) Wilayah Bali-NTB-NTT DPP Golkar, Gde Sumarjaya Linggih alias Demer mengaku pihaknya menghormati sikap para kader Golkar Badung tersebut.

Namun, menurut Demer dari laporan yang diterima pihaknya, masih banyak kader-kader Golkar yang tidak mundur dan masih tetap setia dengan partai besutan Airlangga Hartarto itu.

Bahkan, ia menyebutkan para kader yang mundur tersebut hanya sebagian saja dari kader Golkar di Badung.

“Ya silahkan saja, karena itu kan hak mereka dan saya melihat kalau itu beritanya mundur semua saya lihat tidak semua, bahkan PK-nya saya lihat nggak ada mundur, saya lihat pengurus sebagian, dan di desa tidak semua mundur,” katanya saat dikonfirmasi, Rabu (9/9/2020).

Bahkan, ia mengaku pihaknya santai dengan manuver para kader yang mayoritas merupakan loyalis Mantan Ketua DPD II Golkar Badung, Wayan Muntra.

Menurutnya, pihaknya akan menggantikan para kader yang mengundurkan diri tersebut.

“Kalau mengundurkan diri ya akan segera digantikan,” ujar dia.

Terkait dengan tudingan para loyalis Muntra mengenai keputusan DPP yang mengubah rekomendasi dari I Gusti Ngurah Agung Diatmika-Wayan Muntra (Diatmika-Muntra) ke Nyoman Giri Prasta-Ketut Suiasa (Giriasa), Demer menegaskan bahwa proses penentuan Giriasa tersebut sudah melalui mekanisme yang berlaku di tubuh Golkar.

Bahkan, pihaknya membantah ada deal-deal tertentu dalam penentuan rekomendasi tersebut.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI ini juga menegaskan bahwa duet Giriasa ini diusung oleh Golkar karena memiliki elektabilitas yang tinggi di Badung.

“Saya hanya melaporkan saja kondisi perkembangan yang di Bali, kan yang memutuskan ketua umum, melihat daripada hasil komunikasi dan mendengar hasil survei, dan ada komunikasi juga dengan kita di pusat, termasuk dengan ketum, kita punya dasar yang kuat lah,” tegasnya.

Selain itu, Giriasa juga memiliki komtimen untuk membesarkan Golkar ke depan.

Bahkan, ia menampik bahwa justru Giriasa akan membumihanguskan Golkar di Pileg mendatang.

“Dan ada juga pemikiran sama-sama berbarengan besar dengan PDIP dan Golkar di Badung. Bahkan, Pak Giri sudah ngomong, waktu di pertemuan tim koalisi, beliau bicara di depan teman-teman PDIP akan membesarkan juga partai Golkar, mungkin bisa dicek di PDIP,” tegasnya.

Demer juga menambahkan bahwa banyak juga kader Golkar Badung yang menyambut arah politik Golkar ke Giriasa.

“Dan saya mendengar temen-temen di bawah di partai banyak juga yang senang dengan putusan ini, tapi mereka tidak euforianya berlebihan,” paparnya.

Pun juga mengenai putusan Golkar mengusung duet I Gede Ngurah Ambara Putra-Made Bagus Kerthanegara (Amertha), ia juga mengaku bahwa pihaknya memutuskan mengusung duet tersebut dikarenakan Amertha terus melakukan komunikasi dengan DPP Golkar dan memiliki tingkat elektabilitas tinggi dibanding dengan dua nama yang sebelumnya ikut dalam penjaringan Golkar yakni Anak Agung Ngurah Manik Danendra (AMD) dan Anak Agung Ngurah Agung.

Baca Juga :  Wakil Ketua DPRD Maluku PAW Dijabat Rasyad Efendy Latuconsina dari Fraksi Golkar

“Kalau di Denpasar, kenapa tidak. Komunikasinya belum pernah dengan calon yang di sana. Justru yang intens adalah Ambara ini,” paparnya.

Pun juga dengan rencana para eks-kader Golkar Badung tersebut yang ingin menggembosi Golkar di Pilkada 2020 dengan mengusung kotak kosong dan Pemilu 2024 mendatang, Demer menjawab jadi normatif romantis pihaknya mengaku tidak khawatir dengan hal tersebut.

“Kalau haknya mau menggembosi kan nggak bisa, Golkar jelas melarang yang tidak sepakat minggir, tidak sejalan dengan partai,” jawabnya santai.

Pihaknya juga berharap para kader masih setia di Badung untuk dapat meredam gejolak yang ada di Gumi Keris tersebut.

Ia juga mengingatkan bahwa kader yang masih setia dengan Golkar untuk mengamankan dan menjalankan keputusan partai yakni mengusung dan memenangkan Giriasa di Pilkada Badung.

“Saya berharap yang masih jadi pengurus berusahalah meredam sebagai bagian dari tugas partai, sebagai bagian dari mengamankan rekomendasi, tapi jangan terbalik,” paparnya.

Sebelumnya, tensi Internal Golkar di Pilkada Badung 2020 semakin memanas saja.

Keputusan DPP Golkar yang merekomendasikan duet Nyoman Giri Prasta-Ketut Suiasa (GIRIASA) di pesta demokrasi lima tahunan tersebut menuai reaksi keras para kader akar rumput partai tersebut.

Ini seperti yang terjadi saat perwakilan kader Golkar se-Badung mendatangi Sekretariat DPD I Golkar Bali, Denpasar, Senin (7/9/2020).

Kedatangan para kader yang rata-rata para pengurus desa (PD) Golkar se-Badung tersebut untuk mengundurkan diri dari kepengurusan Golkar di berbagai tingkatan.

Sekitar pukul 10.30 WITA mereka datang dan ditemui oleh Sekretaris DPD I Golkar Bali, Made Dauhwijana, Wakil Ketua DPD I Golkar Bali, Komang Suarsana alias Mang Kos, dan beberapa pengurus Golkar Bali lainnya.

Dalam pertemuan tersebut, para kader yang diwakili oleh Koordinator PD Golkar se-Badung Wayan Sumantra Karang menyatakan enam sikap keberatan kepada Golkar.

Pertama, Partai Golkar tidak sesuai dengan mandat dan arahan Munas pada tanggal 4 Desember 2019 lalu dimana memprioritaskan dan memberikan ruang penuh kepada kader yang ingin maju pada perhelatan Pilkada.

Kedua, Partai Golkar tidak menghormati mekanisme internal partai, terbukti dengan pemberian rekomendasi di Pilkada Badung 2020 tidak melalui prosedur oleh Partai Golkar dan Koalisi.

Baca Juga :  Gelar Kejuaraan Di Tengah Pandemi, Menpora Puji Ketua Wushu Indonesia

Ketiga, mengabaikan aspirasi kader dibawah sehingga kader merasa tidak dihargai. Padahal pada realitas politik pada Pilkada 2015 lalu, Partai Golkar mendukung Pasangan yang diusung oleh PDIP hasilnya tidak mendapat manfaat apapun. Salah satunya banyaknya penekanan dan penurunan jumlah kursi di DPRD Kabupaten Badung dan Provinsi Bali.

Keempat, meminta kepada Golkar Badung dan Bali untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan kepada DPP tentang mekanisme dan proses yang telah dilalui oleh Golkar dan koalisi.

Kelima, pengurus Golkar Badung merasa kecewa dengan sikap Ketua Pemenangan Pemilu Wilayah Bali-NTB-NTT DPP Golkar Gede Sumarjaya Linggih dan Anggota Pemenangan Pemilu Wilayah Bali-NTB-NTT DPP Golkar Putu Yudha Suparsana yang terkesan arogan dengan elit Partai Golkar di Bali yang berakibat keputusan sepihak dalam Pilkada Badung. Sehingga kader dibawah menjadi korban.

Terakhir, meminta DPP Partai Golkar untuk menertibkan oknum-oknum DPP yang tidak memberikan informasi yang benar kepada Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto.

Ia juga menyatakan pihaknya bersama dengan para PD merasa kecewa dengan sikap Partai Golkar yang tidak memberikan ruang kepada kader sendiri.

Selain itu juga dengan keputusan sepihak yang memberikan rekomendasi kepada Pasangan yang diusung oleh PDIP.

Padahal, Partai Golkar bersama NasDem dan Gerindra sudah lebih dulu berproses lebih dulu dengan membangun Koalisi Rakyat Badung Bangkit (KRBB). Hingga akhirnya tercipta Pasangan I Gusti Ngurah Agung Diatmika-Wayan Muntra (Diatmika-Muntra).

Hal inilah yang mendorong para kader dibawah merasa kecewa lantaran aspirasi tidak dihiraukan.

“Kami ingin menyampaikan satu hal kekecewaan terhadap proses mekanisme terbitnya rekomendasi di Pilkada Badung 2020. Aspirasi kami sama sekali tidak didengarkan oleh DPP,” katanya didampingi perwakilan PD se-Badung.

Bukan itu saja, pihaknya juga merasa tidak ada penjelasan ataupun klarifikasi dari DPD Golkar Bali ataupun DPP terkait rekomendasi tersebut.

Padahal, Sumantra menyebut jika sejak awal usulan dari masing-masing partai dan RRB adalah Diatmika-Muntra.

Namun, dimasa injury time berubah.

“Kami merasa sudah diluar batas kebijakan mekanisme Partai Golkar ini. Mohon ijin kami menyatakan mengundurkan diri dari kepengurusan baik dari tingkat Desa, Kecamatan, Kabupaten, dan Provinsi,” tegasnya.

Usai penyampaian aspirasi, saat disinggung apakah dengan ini pihaknya akan melakukan kampanye pemenangan kotak kosong.

Sumantra memilih menjawab secara diplomatis, ia meminta semua kader Golkar Badung, khususnya para loyalis Muntra untuk tetap menyalurkan hak pilihnya di Pilkada.

“Kita tetap meminta jangan golput, gunakan hak pilihnya, bisa saja di surat suara itu kan ada kotak gak ada gambarnya, yang pasti gunakan hak pilih,” akunya.

Bali.tribunnews.com

BERITA TERKAIT

BACA JUGA
Close
Back to top button