<<
BERITADPP GOLKAR

DPP Golkar Beri Bantuan Korban Bancana Banjir Cicurug Sukabumi

Berita Golkar – Badan Penanggulangan Bencana Alam DPP Partai Golkar, Fraksi DPR RI dan Pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi menyerahkan bantuan kepada korban banjir Cicurug Sukabumi Jawa Barat.

Bantuan kepedulian bencana banjir tersebut merupakan bantuan dari Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar dan Fraksi Partai Golkar DPR RI kemudian diserahkan kepada korban banjir Cicurug Sukabumi Jawa Barat hari selasa, 22 September 2020 di Desa Pasawahan.

Bantuan Partai Golkar diserahkan langsung kepada Kepala Desa dan warga desa pasawahan yang merupakan desa yang terdampak banjir bandang. Bentuk bantuan berupa kebutuhan rumah tangga (sembako), beras, minyak goreng, telur, selimut, sprey, popok bayi dan masker, bantuan yang diserahkan senilai Rp 325 juta.

Baca Juga :  Menko Airlangga Harap UU Cipta Kerja jadi Pembangkit Ekonomi di tengah Pandemi

Turun langsung menyerahkan bantuan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Alam DPP Partai Golkar Febri Hendri bersama anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI Dewi Asmara serta pengurus DPD II Partai Golkar Kabupaten Sukabumi.

Bantuan Partai Golkar diserahkan langsung kepada Kepala Desa dan warga Desa Pasawahan

“Kami mewakili Partai Golkar dan Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto, beliau menyampaikan ucapan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal serta warga terdampak bencana banjir Cicurug,” Ucap Febri di Kantor kepala Desa Pesawahan.

Febri menyampaikan bahwa Ketua Umum DPP Partai Golkar juga mengajak warga dan keluarga terdampak untuk sabar menghadapi bencana ini dan kembali bangkit memperbaiki sarana prasarana serta memulihkan ekonomi warga.

Baca Juga :  Roy Fahlevi Minta Klarifikasi Partai Demokrat Aceh Terkait Surat Penolakan Omnibus Law

Sebelumnya, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati mengatakan, banjir disebabkan akibat hujan deras yang turun selama beberapa waktu.

Masyarakat diimbau selalu waspada terhadap potensi bahaya hidrometeorologi seperti angin kencang atau angin puting beliung, banjir, banjir bandang dan tanah longsor. Angin puting beliung biasanya terjadi saat pergantian musim, dari musim hujan ke musim kemarau atau sebaliknya.

Sementara, Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna menuturkan petugas masih mendata tentang laporan orang hilang dan kerusakan akibat banjir bandang.

BERITA TERKAIT

BACA JUGA
Close
Back to top button