<<
BERITADPP GOLKAR

Elite Golkar: Trump Atau Biden Yang Menang, Indonesia Tetap Sahabat AS

Berita Golkar – Amerika Serikat sedang menunggu hasil Pilpres. Sejauh ini, Capres asal Partai Demokrat, Joe Biden unggul jauh atas calon Capres petahana asal Partai Republik, Donald Trump. Namun, siapa pun yang jadi, Partai Golkar yakin, Indonesia akan tetap menjadi sahabat AS.

Menurut Sekjen Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus keyakinian ini didasari atas sikap Indonesia yang selalui mendahulukan kepentingan nasional di dalam diplomasi internasional.

“Jadi, kita bekerja sama dengan siapa saja untuk mewujudkan kepentingan nasional dan menciptakan perdamaian dunia. Itu sikap kita sesuai dengan prinsip bebas aktif yang kita anut,” ucapnya, dalam diskusi bulanan Balitbang Partai Golkar yang digelar secara daring, Kamis (5/11).

Baca Juga :  Bagikan Tiga Juta Masker Golkar Sumbar Dukung Penerapan Protokol Kesehatan

Menariknya, diplomasi dengan Amerika ini erat kaitannya dengan keamanan Laut China Selatan. Amerika dan China, saat ini dalam posisi perang dagang, dan memperebutkan area penting ini. Dikhawatirkan, ini akan menjadi arena ‘perang’.

Lodewijk menegaskan, Indonesia sebagai negara terbesar dan pemimpin Masyarakat ASEAN di bidang keamanan dan politik menekankan kepatuhan terhadap kerangka internasional. Di antaranya, deklarasi UNCLOS yang mengatur batas wilayah laut sebuah negara.

Sementara itu, Ketua Balitbang Jerry Sambuaga mengedepankan konsep diplomasi multitrack guna menjaga perdamaian. Dikatakan, Indonesia memiliki aturan yang memungkinkan semua pihak untuk melakukan hubungan luar negeri.

Baca Juga :  Flatform Digital Bantu Pemerintah Salurkan KUR UMKM

“Tentu dengan batasan aturan nasional. Tetapi pada intinya, semua pihak diberikan ruang untuk itu, termasuk partai politik,” kata Jerry.

Pernyataan mantan Anggota Komisi I DPR itu diamini Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Golkar, Dave Laksono.

Dikatakan Dave, partai politik bisa turut mengembangkan hubungan yang mengangkat wacana dialog, perdamaian dan kemanusiaan serta kesejahteraan dengan mitra-mitra mereka di luar negeri.

Hubungan intensif antar pelaku politik di sebuah negara diyakini akan menjadi jembatan dialog disamping diplomasi-diplomasi formal yang dilakukan oleh Lembaga negara dan pemerintahan.

BERITA TERKAIT

Back to top button