<<
BERITADPP GOLKAROPINI

Pakar Komunikasi Politik Apresiasi Kehadiran Golkar Institute

Berita Golkar – Pakar Komunikasi Politik, Gun Gun Heryanto mengapresiasi kehadiran Golkar Institute. Menurutnya Golkar Institute bisa menjadi terobosan bagi penguatan demokrasi.

Hal itu ia sampaikan setelah menjadi narasumber pada program Executive Education Program For Young Political Leaders (program pendidikan bagi para pemimpin muda) angkatan ke-2, Kamis (8/7/2021) yang dilakukan secara daring.

Golkar Institute bisa menjadi warna baru sekaligus terobosan penting bagi penguatan demokrasi melalui penyiapan generasi politisi muda yang mumpuni,” kata Gun Gun.

Gun Gun mengapresiasi ide, pemikiran dan kerja politik Golkar Institute. Di tengah eksistensi politik Indonesia yang semakin kering dengan gagasan-gagasan substantif dan minim komunikasi deliberatif.

Juga forum-forum yang serius menguatkan kapasitas kader politisi mudanya akan sangat memberi sumbangsih penting.

Kata dia, demokrasi bukan semata soal kontestasi melainkan juga perlu adanya partisipasi. Berbeda dengan mobilisasi, partisipasi membutuhkan penguatan pengetahuan (knowledge), skill dan sikap politik kadernya.

Baca Juga :  Tanggapan Gandung Pardiman Mengenai Gugurnya Kepala BIN di Papua

“Tiga tahapan kaderisasi mulai dari rekrutmen, penguatan SDM dan distribusi serta alokasi orang ke jabatan-jabatan publik perlu dipersiapkan secara matang,” lanjutnya.

Tak hanya itu, Gun Gun juga menyebut Golkar Institute akan mendorong modernisasi Partai Golkar. Terlebih, Golkar punya perhatian lebih pada generasi muda.

Golkar Institute akan berkontribusi pada modernisasi partai politik. Dengan bertumbuh dan menguatnya peran serta anak-anak muda dalam politik, sejatinya partai sedang menguatkan sekaligus berinvestasi untuk menyongsong politik yang kuat di masa mendatang,” pungkas Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Sementara itu, Ketua DPP Partai Golkar bidang Media dan Penggalangan Opini (MPO), Meutya Hafid mengungkapkan pentingnya kemampuan public speaking bagi politisi muda Partai Golkar.

Baca Juga :  Menko Perekonomian: Pemerintah Rencanakan Digitalisasi Transaksi Keuangan di Seluruh Pemda

“Tidak mungkin untuk menjadi politisi handal, tanpa menguasai public speaking,” tegasnya.

“Kenapa ini penting, karena ini meningkatkan kepercayaan diri, menumbuhkan leadership, menyampaikan ide, membuat perubahan, kemudian untuk mempengaruhi orang banyak,” lanjut Meutya.

Meutya juga menjelaskan tiga tipe serta tujuan dari penyampaian pidato. Ada yang untuk memberikan informasi. Contohnya juru bicara Covid-19 yang menyampaikan informasi-informasi tentang Covid-19.

Kedua pidato persuasif. Tujuannya adalah mengubah pandangan, pemahaman pilihan, sikap atau perilaku dari audience. Biasanya ini ditandai permainan intonasi, permainan emosi.

Ketiga pidato entertaining. Tujuannya untuk menghibur peserta, berusaha agar peserta tetap memperhatikan.

“Biasanya pidato entertaining selain menghibur biasanya juga berbicara pesan-pesan sosial,” jelasnya.

Meutya yang juga Ketua Komisi I DPR RI ini juga meminta agar kader-kader muda Partai Golkar terus mengasah kemampuan public speaking.

BERITA TERKAIT

Back to top button