LEGISLATIF

Ace Hasan Bersama Komisi VIII DPR RI Telah Berhasil Menekan Biaya Perjalanan Haji 2024

0
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Tubagus Ace Hasan Syadzily.

Berita Golkar – Tubagus Ace Hasan Syadzily menyebutkan bahwa sebagai wakil rakyat Bandung dan Bandung Barat pihaknya akan terus memperjuangkan aspirasi masyarakat terkait dana dan biaya haji 2024.

Kang Ace panggilan akrab Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI ini menyampaikan turunnya biaya perjalanan haji dari target sebelumnya dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat, dihadapan para anggota IPHI Kabupaten Bandung Barat.

Hal tersebut disampaikan Kang Ace saat acara Diseminasi Strategi Pengelolaan dan Pengawasan Keuangan Haji dan Sosialisasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji 1445 H/2024 M, di Mason Pine, Padalarang, Bandung Barat, Rabu (17/1/2024).

Baca Juga :  Menko Airlangga Tinjau Langsung Dampak Degradasi Lingkungan di Kawasan Pantura Jawa

“Pada 13 November 2023 Komisi VIII DPR RI membentuk Panja Badan Penyelenggara Ibadah Haji (BPIH) 1444H/2023M. Kementerian Agama kemudian menyampaikan komponen BPIH yaitu sebesar Rp105 juta,” papar Kang Ace.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI itu menjelaskan, pihaknya setelah melakukan pembahasan secara intensif, pada 27 November 2023 DPR dan Pemerintah memutuskan BPIH tahun 1445H/2024M sebesar Rp 93.410.286.

“Dari total biaya itu jamaah membayar Rp 56.046.172 dan sebesar Rp. 37.364.114 diambil dari nilai manfaat dana yang dikelola Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH),” jelasnya.

“Alhamdulillah kita bisa menekan biaya haji lebih efisien. Ini berkat perjuangan politik. Sebesar 40 persen dari BPKH dan 60 persen berasal dari setoran jamaah,” sambungnya.

Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat itu  mengatakan, bahwa dana haji itu sebenarnya bukan dikelola oleh Kementerian Agama, melainkan dikelola oleh sebuah badan khusus, yaitu BPKH. Ia juga menerangkan tugas utama BPKH dalam pengelolaan dana haji selama ini.

Baca Juga :  Pertumbuhan Ekonomi Nasional Tahun 2022, Andi Achmad Dara Menilai Sangat Bagus

“Sekarang yang mengelola uang haji bukan Kemenag. Tapi dikelola BPKH. Tugasnya ada tiga, yang pertama jadi kasir haji. Kedua menginvestasikan (dana haji dengan prinsip syariah) dan ketiga menempatkan keuangan haji sesuai peruntukannya,” ungkapnya.

Kang Ace juga kemudian menyampaikan perbandingan biaya haji Indonesia dengan beberapa negara ASEAN lainnya. Dimana biaya haji Indonesia adalah masuk pada katagori termurah.

“Pada tahun 2022, Brunei itu Rp.176 juta. Singapura sebesar Rp.98,5 juta. Malaysia itu Rp.45,6 juta dan Indonesia Rp.39,8 juta,” pungkas Kang Ace.