BERITA

Airlangga Sampaikan Visi Indonesia di IPEF kepada Menteri Perdagangan AS

0

Berita Golkar–Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan kesediaan Indonesia untuk memfasilitasi proses negosiasi partisipan Indo-Pacific Economic Framework (IPEF) di Bali pada Maret 2023. Hal itu disampaikan Menko Perekonomian saat mewakili Indonesia dalam pertemuan virtual para menteri negara partisipan IPEF for Prosperity.

Pertemuan ini diinisiasi Pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui US Department of Commerce (US DOC). Pertemuan yang dipimpin Menteri Perdagangan AS Gina Raimondo ini membahas usulan dan ekspektasi negara partisipan IPEF.

“Pemerintah Indonesia menawarkan diri menjadi tuan rumah dalam perundingan putaran kedua IPEF tingkat Senior Official di Bali pada Maret 2023,” tutur Airlangg, Kamis (22/12/2022).

Airlangga yang juga Ketua Umum DPP Partai Golkar ini menambahkan, Indonesia juga mendukung inisiatif Raimondo yang bekerja sama dengan United States Trade and Development Agency (USTDA) untuk menjembatani investor dan lembaga pembiayaan dalam rangka mendanai proyek-proyek yang diajukan negara anggota IPEF.

Rencananya, USTDA akan mengirimkan tim percepatan investasi infrastruktur ke negara-negara anggota IPEF yang tergabung dalam Pilar III guna mengidentifikasi lebih lanjut proyek-proyek infrastruktur potensial dalam kawasan Indo-Pasifik.

Baca Juga :  Legislator Golkar Minta Kementerian ATR/BPN dan KLHK Bahas Program PTSL di Cilacap

Airlangga juga mengapresiasi keterbukaan AS terhadap setiap kolaborasi di beberapa pilot projects. Menko Perekonomian menegaskan, Indonesia sudah memiliki sejumlah pilot project di sektor energi bersih.

“Seperti proyek Duriangkang Floating Solar Panel Energy di Kepulauan Riau yang berdekatan dengan KEK Batam, dan proyek Hydro-Power Energy di kawasan industri tanah kuning di Kalimantan Utara yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN),” tegas Menko Airlangga.

Perwakilan negara anggota IPEF lain juga menyampaikan ketertarikannya atas proyeksi technical assistance, networking dan capacity building ke depannya sebagai bentuk manfaat nyata yang dapat diraih bersama secara cepat.