DPD GOLKAR

AMPG Sulbar Beri Bantuan untuk Anak Putus Sekolah di Mamuju

0
Pengurus AMPG Sulbar Salurkan bantuan ke Keluraga Mulyadi di Mamuju. 

Berita Golkar – Pimpinan Daerah (PD) Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Provinsi Sulawesi Barat ikut membantu keluarga Mulyadi (53) dan Jamiati (50), warga Kelurahan Mamunyu, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Selasa (04/10/2022).

Diketahui, kondisi ekonomi keluarga Mulyadi sangat memprihatinkan.

Mereka memiliki 7 orang anak, dan tiga di antaranya terpaksa putus sekolah akibat tidak punya biaya.

Jangankan biaya sekolah, untuk kehidupan sehari-hari saja pun sangat susah.

Apalagi, Mulyadi saat ini dalam kondisi cacat fisik akibat kecelakaan kerja yang dialaminya pada 2017 lalu.

Sementara istrinya Jumiati hanya seorang pembantu rumah tangga yang penghasilanya hanya Rp 30 perhari.

“Alhamdulillah, hari ini kami dari AMPG Sulbar datang ke kediaman Mulyadi mengunjungi langsung sekaligus ikut membantu meringankan beban keluarga ini. Kami datang ini atas arahan dari Ketua DPD Partai Golkar H Aras Tammauni,” ujar Ketua PD AMPG Sulbar, Ashari Rauf saat dihubungi wartawan.

Baca Juga :  Hari Guru Nasional, Hasan Busyairi: Guru ialah Ujung Tombak Pendidikan

Ashari menyebutkan, bantuan yang disalurkan berupa uang tunai untuk menunjang kebutuhan anak-anaknya yang sempat putus sekolah serta kebutuhan pokok dan kebutuhan primer lainnya.

“Karena sudah ada baju seragam yang dibelikan oleh Diknas Sulbar dan jaminan untuk kembali sekolah, maka kami hanya beri bantuan berupa uang tunai. Juga bantuan berupa kebutuhan pokok, seperti beras, telur, gula, terigu, indomie dan kebutuhan dapur lainnya,” sebutnya.

Ashari mengaku bantuan itu sebagai bentuk kepedulian dan perhatian DPD Partai Golkar Sulbar melalui AMPG kepada warga di daerah ini.

Baca Juga :  Total Peserta Jalan Sehat Golkar se-NTT Capai 81.600 Orang

“Mungkin nilainya tak seberapa, tapi kita berharap semoga ini berkah dan dapat membantu mengurangi beban saudara yang terhimpit ekonomi di sekitar kita,” harapnya.

Sebelumnya, dikabarkan tiga orang anak dari pasangan Mulyadi dan Jumiati, yakni Nisa (13), Alexa (7) dan Annisa (9)  terpaksa putus sekolah karena tak mampu membeli  seragam sekolah.

Padahal, mereka sudah pernah mendaftar di SD Negeri Binanga 1 dan Nisa inging sekolah di SMP Negeri 1 Mamuju.

Namun, karena tidak ada seragam sekolah, mereka terpaksa berhenti sekolah.

Beruntung, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sulbar dan Pemkab Mamuju bergerak dan memastikan ketiga anak ini dapat kembali bersekolah.