LEGISLATIF

Bursa Ketum PSSI, Golkar: Harus Diisi Orang yang Kompeten & Peduli Sepak Bola Indonesia

0
Anggota Komisi X DPR Robert J Kardinal.

Berita Golkar – Bursa calon ketua umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) terus mengemuka.

Sejumlah nama telah mendaftar sebagai bakal calon. Anggota Komisi X DPR Robert J Kardinal menilai, PSSI harus diisi oleh orang-orang yang kompeten dan memiliki kepedulian tinggi terhadap kondisi sepak bola Indonesia.

“Intinya PSSI jangan dibikin jadi ajang cari pekerjaan. Jangan juga diserahkan pada orang yang punya pekerjaan lain sehingga mengelola sepak bola cuma dua jam, sisanya diserahkan ke pihak lain,” kata Robert kepada wartawan, Senin (16/1).

Dia meminta para pejabat negara tidak ikut cawe-cawe dalam kepengurusan PSSI.

Menurutnya, anjloknya prestasi sepak bola Indonesia saat ini karena diurus oleh orang-orang yang sama sekali tidak kompeten. Masuk PSSI cuma kejar jabatan dan juga popularitas.

Baca Juga :  Hetifah Sjaifudian Dukung Jaminan Sosial Hari Tua Bagi Atlet

“Sepak bola kita ini sudah berpuluh-puluh tahun, persoalannya ya itu-itu saja dan tidak pernah ada perbaikan. Itu karena sepak bola kita (PSSI) dikelola sama orang-orang yang sama sekali bukan di bidangnya. Masuk PSSI cuma kejar jabatan, kejar popularitas,” beber Robert.

Politikus asal Papua Barat ini mencermati jabatan ketua umum dan jajaran pengurus PSSI selama ini justru ditempati orang-orang yang sebenarnya sepanjang karirnya justru tidak pernah berurusan dengan sepak bola. Bahkan mengelola klub pun tidak pernah.

“Akhirnya (kelola sepak bola) pakai duit negara pun tidak berhasil. Sponsor kabur, pengusaha juga ogah jadi sponsor, karena sepak bola kita dikelola serampangan. Jangankan berprestasi di Asia Tenggara, lawan Vietnam yang sepak bolanya baru bangkit kita pun tidak pernah menang,” ujarnya.

Baca Juga :  Christina Aryani: RUU TPKS adalah Kebutuhan Hukum atas Kegelisahan Masyarakat

Dia meminta PSSI belajar dari negara-negara lain yang sukses dalam mengelola sistem olahraga. sepak bolanya.

Mereka bisa maju karena sepak bola mereka dikelola secara profesional oleh orang-orang yang jiwa dan raganya memang sudah di sepak bola.

Mereka ini para pemain, pelatih, dan pihak lainnya yang memang setiap harinya bergelut di industri sepak bola.

“Jadi bukan karena punya jabatan, punya uang, lalu mendadak daftar dan jadi Ketua Umum PSSI. Akhirnya sepak bola kita prestasinya jadi hancur,” tegasnya.