BERITALEGISLATIF

F-Golkar DPRD Tabanan Usulkan Pemkab Buat “Persuda”

0
Foto - Ketua Fraksi Golkar DPRD Tabanan, I Made Asta Dharma/NET.

Berita Golkar – Pemkab Tabanan belakangan ini tengah menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD), salah satunya dengan memaksimalkan sumber-sumber potensi PAD.

Fraksi Golkar DPRD Tabanan pun mengusulkan agar Pemkab Tabanan membuat Perusahaan Daerah (Perusda), misalnya seperti Bank Perkreditan Rakyat (BPR) serta perusahaan air kemasan untuk bisa meningkatkan PAD Kabupaten Tabanan.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Tabanan, I Made Asta Dharma, mengatakan, sejak beberapa tahun yang lalu, Fraksi Golkar DPRD Tabanan telah mengusulkan agar Pemkab Tabanan mempertimbangkan untuk membentuk Perusda sejenis BPR yang akan mengelola dana APBD Tabanan dengan menyalurkan kredit.

“Yang menjadi nasabah kredit adalah masyarakat Tabanan pada umumnya, ASN di Tabanan hingga anggota DPRD,” ujarnya, Selasa (22/9).

Baca Juga :  Warga DKI Tidak Perlu Panik, Pemerintah Siapkan Rencana Penanganan Covid

Ia mencontohkan jika BPR yang dibentuk kemudian diberikan modal Rp 20 Miliar, lalu peminjam dikenakan bunga 1 persen, itu sudah dapat Rp 200 Juta di awal bulan. “Dalam satu tahun untungnya bisa Rp 1,2 Miliar,” paparnya.

Selain itu, pihaknya juga sempat mengusulkan agar Pemkab Tabanan membuat Perusda yang mengelola air kemasan, sebab di Tabanan ada banyak sumber mata air.

“Kita punya air yang melimpah, perusahaan air kemasan juga banyak di Tabanan, tapi tidak ada kontribusi yang maksimal ke Tabanan,” imbuhnya.

Hanya saja, perusahaan itu berkontribusi saat baru mendirikan perusahaan dengan membayar IMB.

Baca Juga :  Klaster Ketenagakerjaan di RUU Ciptaker Ketok Palu, Baleg: Seluruh Fraksi dan Elemen Mendukung

“Jadi, untuk pengelolaannya bisa kita carikan orang profesional, atau kita hanya perlu meniru Perusda di daerah lain yang sudah maju, sehingga bisa meningkatkan PAD kita,” sambungnya.

Menurutnya hal itu dirasa lebih menguntungkan daripada terus memberikan penyertaan modal ke Perusahaan Daerah Dharma Santika (PDDS).

Apalagi saat ini PAD dan APBD Kabupaten Tabanan menurun, sehingga penggunaannya harus mengutamakan skala prioritas. Sehingga penyertaan modal ke PD Dharma Santhika perlu dikaji ulang.

“Untuk PD Dharma Santika supaya mengelola modal yang sudah ada, sebelumnya sudah dikucurkan Rp 20 Miliar, dan itu merupakan modal yang luar biasa untuk suatu perusahaan,” pungkas Asta Dharma.

Baliexpress.jawapos