BERITAEKSEKUTIF

Flatform Digital Bantu Pemerintah Salurkan KUR UMKM

0
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto/NET

Berita Golkar – Pemerintah memperluas penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui sejumlah mitra platform digital. Mereka yakni Gojek, Grab Indonesia, Tokopedia, dan Shopee Indonesia.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemberian KUR pada UMKM merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mempercepat pemulihan perekonomian. Sebab, sektor ini berkontribusi besar terhadap PDB lantaran banyak menyerap tenaga kerja.

“Upaya Pemerintah dengan bantuan dari berbagai pihak, termasuk platform digital diharapkan dapat menumbuhkan kembali aktivitas usaha UMKM dan mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional,” tutur Airlangga saat acara Penyaluran KUR bagi UMKM Mitra Platform Digital di Kantor Kemenko Perekonomian, Rabu, 23 September 2020.

Airlangga membeberkan pemerintah telah mengeluarkan kebijakan pembiayaan UMKM dengan memberikan kemudahan akses, penundaan pembayaran dan menyediakan tambahan subsidi bunga sehingga murah dan meringankan UMKM melalui pelonggaran kebijakan KUR.

Baca Juga :  Kuatkan 3T, Melkiades: Tekan Laju Penyebaran Subvarian Baru Covid-19

Lebih lanjut, pelonggaran kebijakan KUR tersebut merupakan bagian dari Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang bertujuan untuk memperkuat daya beli (demand) dan produksi (supply).

Kemudian mengalokasikan anggaran PEN untuk UMKM sebesar Rp123,46 triliun dari anggaran penanganan covid-19 sebesar Rp695,20 triliun pada 2020. Program PEN tersebut masih akan berlanjut hingga 2021.

“Pelonggaran kebijakan KUR tersebut berupa pemberian tambahan subsidi bunga KUR sebesar enam persen sampai dengan Desember 2020, sehingga suku bunga KUR 2020 menjadi nol persen untuk semua jenis skema KUR (KUR Super Mikro, KUR Mikro, KUR Kecil, KUR Khusus, dan KUR TKI),” tutur Airlangga.

Baca Juga :  Moeldoko Beri Tanggapan Soal Menteri yang Positif Covid-19

Ia menambahkan pemerintah juga menunda penetapan target penyaluran KUR sektor produksi tahun 2020 yang sebelumnya ditetapkan sebesar 60 persen, sehingga penyaluran KUR untuk sektor perdagangan tidak dibatasi lagi maksimum 40 persen. Penundaan penetapan target sektor produksi ini rencananya akan dilaksanakan sampai dengan 2021 atau sesuai perkembangan kondisi perekonomian.

Bentuk dukungan pemerintah terhadap UMKM selanjutnya yaitu dengan membuat skema KUR baru yaitu KUR Super Mikro. Sasaran utamanya ialah pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau ibu rumah tangga yang menjalankan usaha produktif.

“Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat memberikan penguatan bagi UMKM untuk bertahan dan bangkit pada masa Pandemi covid-19. Pemerintah optimistis bahwa perekonomian Indonesia dapat tumbuh dan penyebaran covid-19 dapat ditekan,”tutupnya.

Airlangga Hartarto: Pertumbuhan Ekonomi RI Minus 1,1 Persen di Kuartal IV-2020

Previous article

Gandung Pardiman: Awas, Masyarakat Jangan Terkecoh Kelompok Pancasila Picisan!

Next article

You may also like

Comments