BERITALEGISLATIF

Fraksi Golkar Mendukung Sekolah Zona Kuning Di Jatim Gelar Tatap Muka

0
Ketua Fraksi Golkar DPRD Jatim Kodrat Sunyoto

Berita Golkar – Fraksi Golkar DPRD Jawa Timur mendukung rencana Provinsi Jawa Timur melakukan uji coba pembelajaran tatap muka atau membuka kembali sekolah di zona kuning pada 18 Agustus 2020.

Hal itu disampaikan Ketua Fraksi Golkar DPRD Jatim Kodrat Sunyoto menanggapi rencana tersebut. Namun, menurut Kodrat sekolah tatap muka haruslah tetap dengan persiapan-persiapan yang matang.

“Dari fraksi Golkar setuju dengan keputusan Bu Gubernur (Khofifah Indar Parawansa). Namun, tentunya harus dengan persiapan yang matang. Artinya, ada ketentuan terkait semuanya, zona merah jelas tidak diperbolehkan,” ujar Kodrat.

Menurutnya, pembukaan sekolah dengan tatap muka ini juga harus seizin kepala daerah kabupaten atau kota serta pula harus sesuai dengan persetujuan gugus tugas. Keduanya dirasa penting karena yang paling mengetahui kondisi daerahnya masing-masing.

“Yang kedua persetujuan wali murid, kalau orang tua tidak setuju anaknya sekolah dengan tatap muka maka mereka bisa mengikuti secara daring,” tuturnya.

Baca Juga :  Partai Golkar Gelar Doa Bersama untuk Para Ksatria KRI Nanggala 402 yang Gugur

Fraksi Partai Golkar sangat setuju dengan pembukaan sekolah, kata Kodrat untuk menyikapi keluhan masyarakat bahwa proses belajar mengajar jarak jauh tidaklah efektif. Belum lagi, masyarakat berekonomi rendah yang kurang mampu membeli paket data.

“Orang yang tidak punya pekerjaan misalnya, anaknya harus sekolah di rumah, mereka beli paketan tidak bisa,” anggota DPRD Jatim tiga periode ini.

Meskipun sampai saat ini jumlah positif covid-19 di Jawa Timur masih tinggi, yang hanya menjalani sekolah tatap muka hanya siswa SMA dan SMK. Hal ini kata Kodrat risiko tertular Covid bagi mereka tidaklah tinggi.

Meski begitu sekolah tatap muka haruslah bersih dari Covid seperti semua guru dan staf haruslah sudah menjalani rapid test serta penyemprotan disinfektan secara berkala di lingkungan sekolah dan sekolah harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat serta tak ada jam istrihat untuk menghindari kerumunan.

“Komisi E utamanya harus betul-betul melakukan pengawasan utamanya protokol kesehatan, selama sekolah itu tidak memenuhi syarat jangan dipaksakan makanya sebelum pelaksanaan sekolah tatap muka sekolah di zona kuning harus melakukan pengecekan, penyemprotan desinfektan dan sebagainya,” terangnya.

Baca Juga :  Endang Maria Nilai Keputusan Pemerintah soal Pembatalan Haji Sudah Tepat

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berencana membuka kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka untuk jenjang SMA/SMK secara bertahap mulai 18 Agustus 2020 mendatang. Hanya beberapa sekolah di Jawa Timur yang akan dibuka terlebih dahulu. ”

Pemprov Jatim akan melakukan uji coba proses belajar mengajar secara langsung di sekolah untuk jenjang SMA dan SMK secara selektif atas persetujuan bupati/wali kota,” ujar kata Khofifah di Surabaya, Rabu (12/8).

Khofifah mengatakan sekolah yang dibuka tidak boleh berada di zona merah virus corona (Covid-19). Sekolah di zona kuning yang boleh dibuka juga tidak diperkenankan diikuti 100 persen siswa per kelas. Hanya 50 persen dalam satu ruangan.

Sumber

Hj. Mundjidah Wahab Menghadiri Musda X Golkar Jombang

Previous article

Pilgub Sulut : Pasangan ‘CS’ Sudah Final Ungkap Raski Mokodompit

Next article

You may also like

Comments