DPD GOLKAR

Golkar Dukung Pembangunan Sekolah Negeri di Bali

0
Ketua DPD Golkar Bali Dr. I Nyoman Sugawa Korry (tengah).

Berita Golkar – Minimnya sekolah SMA dan SMK di Bali membuat Ketua DPD Golkar Bali Dr. I Nyoman Sugawa Korry prihatin.

Pejabat asli Buleleng ini mendukung pembangunan 8 SMA dan SMK negeri di Bali.

Hal itu diungkapkan saat sela-sela kunjungan lapangan di Desa Gobleg Kecamatan Banjar Buleleng terkait rencana pembangunan SMK negeri di Desa Gobleg.

Kunjungan yang diawali diskusi dengan bendesa, kades, prajuru, dan tokoh masyarakat Desa Gobleg.

Diskusi ini dilanjutkan dengan peninjauan lapangan. Sugawa Korry yang didampingi Kepala BPKAD Provinsi Bali, anggota komisi 3 DPRD Bali Made Suardana, dan Kabid Dinas Pendidikan Provinsi Bali yang menangani SMK menilai lokasi SMKN di tanah milik desa adat di Dusun Asah sangat ideal.

Baca Juga :  Menko Perekonomian Airlangga Bertemu World Bank di Bali

Pertimbangannya sekolah di Dusun Asah bisa mengcover potensi siswa di desa-desa sekitarnya seperti Gesing, Pancasari, Wanagiri ,Gobleg, Cempaga, Selat, Gitgit, dan Pegayaman.

Di samping itu, sesuai dengan arah pengembangan sekolah SMK berbasis pertanian dan pariwisata, didukung oleh lingkungan pertanian dan pariwisata.

“Bendesa adat menyampaikan kalau desa adat dan warga sudah sepakat menghibahkan tanah tersebut kepada pemerintah untuk dibangun SMKN,” terangnya pria yang juga Wakil Ketua DPRD Bali ini.

Baca Juga :  Musa Rajekshah Lantik Ketua KPPG Sumut

Sebagai tindak lanjut dari kesepakatan ini, pihak desa adat diwajibkan membuat pernyataan setuju menghibahkan berdasarkan paruman desa adat dan kesepakatan tersebut agar dinotariatkan.

Untuk selanjutnya BPKAD memproses sertifikat di BPN Singaraja. Diharapkan proses notariat selesai awal September 2022 dan diharapkan pembangunan SMKN tersebut tahun 2023 terwujud.

“Kami memberikan dukungan sepenuhnya atas usulan masyarakat dan rencana Pemerintah Provinsi Bali membangun 8 SMA dan SMK di Bali, mengingat kebutuhan sekolah-sekolah SMA/SMK semakin meningkat di samping juga wajib bagi kita semua untuk tuntaskan wajib belajar 12 tahun,” jelasnya.