DPD GOLKAR

Golkar Simalungun Ajak Kaum Milenial Nyaman Berorganisasi

0
Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Simalungun, Timbul Jaya Sibarani.

Berita Golkar – Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Simalungun, Timbul Jaya Sibarani SH MH, Rabu (7/6) mengajak kaum millenial betah berorganisasi, baik dalam organisasi kemasyarakatan atau masuk dalam keanggotaan partai politik.

Melalui kegiatan organisasi akan memberikan pembekalan kepada setiap anggota memiliki wawasan dan cakrawala berpikir sistematis serta mempunyai rasa peduli dengan lingkungan sekitarnya.

Orang-orang yang betah dan komitmen membesarkan organisasi dikatakan akan selalu belajar dan mendalami pengetahuan etika berkomunikasi.

Baca Juga :  Gibran-Kaesang Salami Megawati, Nusron Wahid Beri Tanggapan

Biasanya, setiap orang yang memiliki pengetahuan komunikasi akan lebih mudah menyampaikan buah pikirannya atau pendapat dengan ucapan yang baik dan tepat kepada publik.

Dalam hal ini sasaran program organisasi akan lebih mudah dicapai.

Kaum millenial yang menguasai dan memiliki etika komunikasi pada umumnya memiliki kecerdasan emosional (EQ) yang dengan mudah membuka interaksi dengan orang lain serta tetap menjaga kehormatan setiap insan manusia.

Demikian juga kegiatan partai politik akan selalu membina kaum millenial agar lebih mengetahui, memahami dan mendalami tentang program partai, memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Baca Juga :  M. Nizar Soroti Kinerja Pemkab Sidoarjo Soal Tangani Banjir

Dia menguraikan sekilas data kependudukan didominasi kaum millenial hampir mencapai 60 persen dari jumlah penduduk.

Dalam pertumbuhannya para generasi muda diharapkan dapat berkembang mengikuti kemajuan jaman dan kelak bisa menjadi seorang pemimpin bangsa di masa mendatang.

Orang-orang yang konsekuen dan memiliki komitmen melaksanakan program partai politik dikatakan akan selalu mengikuti wacana komunikasi secara nasional seperti musyawarah nasional.

Dalam hal ini setiap anggota partai politik diajak agar berpikir lebih kritis dalam menghadapi berbagai masalah yang terjadi dihadapi bangsa Indonesia.