LEGISLATIF

Hetifah Sjaifudian Dorong Media Sosial Wadah Promosi Bahasa Daerah

0
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian.

Berita Golkar – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian mendorong penggunaan media sosial (medsos) sebagai wadah promosi bahasa daerah.

Hal tersebut diungkapkannya usai kunjungan kerja spesifik (kunspek) Komisi X DPR RI ke Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat.

“Kita tadi terpikir bahwa salah satu hal yaitu pengembangan atau pemanfaatan teknologi di dalam kita membudayakan bahasa daerah. Ini mungkin yang masih sangat kurang,” ujarnya, Kamis (21/3/2024).

Dalam sebuah penelitian Unesco terungkap bahwa setiap dua minggu satu bahasa di dunia punah.

Baca Juga :  Agun Gunandjar-Bank Indonesia Beri Bantuan Rp 500 Juta ke Masjid Agung Banjarsari

Hal ini sangatlah disayangkan oleh Hetifah. Maka langkah mempelajari bahasa daerah lewat konten medsos, selain di sekolah formal menurutnya bisa menjadi langkah yang efektif.

Terlebih lagi katanya, anak-anak muda kini lebih senang belajar dengan metode yang interaktif. Sebagai contoh, kini tersedia banyak platform digital untuk belajar bahasa inggris.

“Bukan cuman kamus yang dibutuhkan tetapi sesuatu yang lebih interaktif, di mana anak-anak muda bisa belajar bahasa yang benar tentang bahasa daerahnya itu. Aplikasi-aplikasi seperti ini yang sangat jauh dibanding dengan bahasa inggris misalnya,” ujar Hetifah.

Baca Juga :  Golkar Minta Pemerintah Pusat Tegas Soal Politik Subsidi Pupuk Indonesia

Lebih lanjut, Legislator Partai Golkar itu melihat, di media sosial kini ada beberapa anak muda konten kreator yang menggunakan bahasa daerah dalam kontennya.

Di daerah-daerah juga kata dia ada Duta Bahasa. Maka elok menurutnya jika pemerintah merangkul dan mendorong mereka sebagai subjek pelestari bahasa daerah.

“Kalau bisa pemerintah, apakah itu Badan Bahasa atau Balai Bahasa, Kantor-Kantor Bahasa itu libatkan (konten kreator). Sekarang juga setau saya ada Duta-Duta Bahasa. Jadi anak-anak muda ini menurut saya perlu dilibatkan dan diberikan peran yang lebih besar lagi untuk melestarikan bahasa daerah,” ucapnya.