DPD GOLKAR

Jelang Pemilu 2024, Golkar Surabaya Dorong Bacaleg Optimalkan Penggunaan Medsos

0
Ketua DPD Partai Golkar Surabaya, Arif Fathoni.

Berita Golkar – DPD Partai Golkar Kota Surabaya mendorong seluruh bakal calon legislatif (caleg) memaksimalkan keberadaan media sosial (medsos) sebagai upaya memahami dinamika tren dan isu yang berkembang di masyarakat setempat, menjelang Pemilu 2024.

“Bacaleg dari Partai Golkar harus kreatif memanfaatkan media sosial sebagai sarana menjangkau pemilih,” kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Kota Surabaya Arif Fathoni saat dihubungi wartawan di Surabaya, Kamis.

Menurut dia, pemahaman perkembangan informasi di medsos juga sebagai upaya memenangkan hati para pemilih milenial.

Baca Juga :  Pengurus Pusat Berkunjung ke Kader Golkar Kabupaten Keerom

Ia tak menampik jumlah pemilih dari generasi milenial dan generasi Z merupakan ceruk suara yang potensial untuk diraih.

Oleh karenanya, upaya memanfaatkan media sosial menjadi salah satu pilihan yang diambil, selain melalui cara kerja politik konvensional dan konsolidasi di tingkat partai

Berdasarkan data dari KPU Kota Surabaya jumlah daftar pemilih tetap (DPT) untuk Pemilihan Umum 2024 sebesar 2.218.586 pemilih.

Kemudian angka itu terdapat 32,3 persen atau sebesar 717.345 pemilih berasal dari kelompok milenial dan 21 persen atau 466.103 pemilih merupakan generasi Z.

“Kami sampaikan bahwa harapan anak muda itu perlu untuk didengarkan,” ujar Toni panggilan akrabnya.

Sementara, Golkar Kota Surabaya juga memasang 60 persen bakal caleg dari kalangan pemuda.

Baca Juga :  Menko Airlangga Pimpin Delegasi RI Pertemuan Dewan MEA di Kamboja

Diharapkan hal itu mampu lebih memaksimalkan upaya meraup suara kategori milenial dan generasi Z.

“60 persen itu komposisi bakal caleg kami yang berusia di bawah 30 tahun. Karena partai politik itu produsen kepemimpinan artinya kami melahirkan calon-calon pemimpin yang akan bekerja untuk kepentingan masyarakat,” ucapnya.

Di sisi lain, tingginya persentase bakal caleg dari kalangan pemuda juga merupakan cara Golkar untuk mengakomodasi harapan dan pandangan dari para milenial serta generasi Z.

“Makanya kami mendorong bakal caleg muda untuk terus berdialektika bersama pemilih muda di Kota Surabaya dengan cara yang disenangi anak muda, sehingga kesannya tidak konservatif,” katanya.