DPD GOLKAR

Jelang Pileg 2024, Golkar Karanganyar Siap ‘Ngegas’

0

Berita Golkar – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Karanganyar menggelar konsolidasi dan sosialisasi untuk menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang.

Kegiatan konsolidasi dan sosialisasi digelar pada Rabu (14/7) petang di Gedung Betelalenok Atambua, Kabupaten Karanganyar dipimpin langsung Ketua DPD Ilyas Akbar Almadani.

Dia berharap jelang Pileg ini semua ngegas ke masyarakat.

Di hadapan kader, Ilyas meminta agar seluruh kader dan calon legislatif dari Partai Golkar mulai bersiap menghadapi Pileg.

Dia menantang seluruh kader bila daftar caleg sudah final untuk turun ke masyarakat.

Baca Juga :  Doli Tegaskan Akbar Tandjung Konsisten Menangkan Capres Golkar

Sekaligus menguji program yang diusung para Caleg itu sendiri apakah mampu menarik masyarakat atau tidak.

“Kalau sudah final daftar calegnya, nanti menjelang pelaksanaan kita sampaikan kepada masyarakat bagaimana responnya. Sembari para caleg mempersiapkan program yang ditawarkan kepada masyarakat,” tandas Ilyas.

Ini ditujukan, selain mengetes apakah caleg partai Golkar bisa diterima masyarakat.

Sekaligus program yang ditawarkan itu mampu menarik minat masyarakat atau tidak.

Sekaligus sebagai bukti bila Golkar Karanganyar juga tidak menutup diri untuk saran dan kritik terhadap program anggota legislatif periode 2019-2024.

Baca Juga :  Jelang Ramadan, IIPG bersama Organisasi Perempuan Golkar Gelar Bazar Bantu Warga

“Program apa yang sudah berjalan dan berhasil, serta program yang perlu dibenahi. Program-program inilah harapannya menjadi bahan untuk kampaye dan ditawarkan kepada masyarakat dalam Pileg mendatang,” papar Ilyas.

Yang pasti, ungkap Ilyas, Golkar tetap berkomitmen untuk membawa suara perempuan dalam daftar Caleg pemilu mendatang.

Tak hanya sekedar memenuhi syarat 30 persen, Golkar Karanganyar berkomitmen untuk bisa memilih kader perempuan potensial sehingga celeg perempuan benar-benar pecah telor.

Bukan sekadar memajang nama memenuhi kuota 30 persen, tapi memang jika potensial, kenapa tidak caleg Golkar banyak perempuan.