LEGISLATIF

Kementan RI-Golkar Gelar Bimtek untuk Petani Perempuan di Agara

0
Suasana saat Bimbingan Teknis (Bimtek) Pasca Panen Pengelolaan (Hilirisasi) dan Pemasaran Hasil Perkebunan di gedung Aula Kantor Kecamatan Babul Rahmah Minggu (06/11).

Berita Golkar – Seratus orang kaum ibu dari kalangan petani mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Pasca Panen Pengelolaan (Hilirisasi) dan Pemasaran Hasil Perkebunan.

Acara bimtek yang bertemakan ”Peningkatan nilai tambah dan daya saing komoditas,” tersebut digelar di gedung Aula Kantor Kecamatan Babul Rahmah Minggu (06/11).

Seusai acara Bimtek tersebut yang diadakan pada Minggu kemarin, Senin, (7/11) Kementan RI dengan menggandeng anggota Komisi IV DPR RI, H. M. Salim Fakhry, SE yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Aceh Tenggara kembali menggelar Bimtek.

Bimtek yang diikuti seratus orang kaum ibu dari kalangan petani warga Kecamatan Babul Makmur, acara ini berlangsung di Desa Kampung Karo Kecamatan Babul Makmur Aceh Tenggara.

Hadir diantaranya, Hendratmojo H. MSc, Dirjen Perkebunan Kementan RI, Ketua DPRK Agara, Denny Febrian Roza, S. STP, Kepala Dinas Pertanian Aceh Tenggara, Riskan SP, Anggota DPRK, Kasri Selian dari partai Hanura, Hasanusi anggota DPRK dari Partai Golkar, kepala desa serta para undangan.

Baca Juga :  Rudy Mas'ud: Tanggapi Secara Serius PNBP Minerba di Kalimantan Selatan

Hendratmojo H. MSc, Dirjen Perkebunan Kementan RI, mengatakan, dalam kesempatan ini kita bisa berkumpul untuk mengikuti kegiatan, jika kita berkebun seperti kakao, kopi dan sebagainya bila dirawat dengan bagus tentu hasil panennya bisa untuk menyejahterakan petani.

“Selain kebun dirawat bagus juga di sekitarnya diperhatikan supaya tidak menimbulkan longsor dan banjir, petani berkebun memberikan peran yang positif untuk meningkatkan perekonomian. Semoga covid 19 tidak ada lagi maka semuanya usaha bisa berjalan lancar,” ujarnya.

Kadis pertanian Agara, Riskan SP dalam kesempatan itu mengatakan, atas nama pemerintah daerah menyampaikan ucapan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada Salim Fakhry anggota DPR RI yang telah memberikan kontribusi untuk petani Aceh Tenggara.

“Melalui beliaulah berbagai program diluncurkan ke Aceh Tenggara sehingga para petani bisa mendapatkan ilmu serta bantuan bantuan pertanian lainnya, Agara salah satu penduduk dominan pendapatan dari hasil sektor pertanian.

Melalui bimtek tersebut semoga para petani kita mendapatkan ilmu sehingga nantinya bisa berkembang maju dan sejahtera ekonominya karena faktor lahan yang subur sangat mendukung. Pasalnya yang selama ini pengolahan lahan kurang optimal dilakukan para petani karena keterbatasan ilmu,” beber Riskan.

Baca Juga :  Azis Syamsuddin Apresiasi Keputusan Presiden soal Pencabutan Izin Investasi Miras

Anggota Komisi IV DPR RI, Saim Fakhry selain menyampaikan agar para peserta serius untuk mengikuti kegiatan bimtek ini nantinya apa yang di sampaikan narasumber bisa memahami agar ilmu yang didapatkan untuk diterapkan dalam pengolahan hasil panen berkebun, juga peserta mendapatkan biaya transportasi sesusai acara.

Di samping itu Salim Fakhry juga menyampaikan, terkait kelangkaan pupuk urea bersubsidi untuk keperluan petani di sana tidak ada istilah gandeng. Karena tidak ada dalam aturan sistem pupuk urea bersubsidi harus digandeng dengan pupuk nonsubsidi.

“Untuk itu saya harap kepada pihak pemerintah daerah dan aparat hukum untuk bisa menindak lanjuti dan tegas terhadap distributor yang nakal jika melakukan hal-hal di luar ketentuan dan peraturan dalam merealisasikan pupuk urea bersubsidi,” papar Salim Fakhry.