BERITALEGISLATIF

Legislator Golkar Dukung Pemerintah untuk Memulai Pemberian Vaksin Booster

0
Wakil Ketua Komisi IX bidang Kesehatan DPR RI Fraksi Partai Golkar.

Berita Golkar – Wakil Ketua Komisi IX bidang Kesehatan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Fraksi Partai Golkar, Emanuel Melkiades Laka Lena, mendukung rencana pemerintah untuk memulai pemberian vaksin booster atau vaksin dosis ke-tiga.

Sebelumnya, pemerintah berencana akan memulai pemberian vaksin booster COVID-19 pada 12 Januari 2022 mendatang dengan dua skema yakni gratis bagi penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan dan mandiri untuk masyarakat luas.

“Kategori mandiri tentu gotong royong membantu pemerintah dengan membayar sendiri vaksin booster-nya. Sedangkan warga negara yang kepesertaan BPJS Kesehatan negara, maka booster-nya dibayar negara. Booster diletakkan dalam sistem jaminan kesehatan nasional (JKN) yang pelaksanaannya di lapangan sudah berjalan baik selama ini oleh BPJS Kesehatan,” ungkapnya kepada media, Selasa (4/1/2022).

Baca Juga :  Airlangga Hartarto: Tindakan Korupsi Hambat Investasi dan Laju Pertumbuhan Ekonomi

Terkait jenis vaksin yang digunakan, Melki, sapaan akrab politisi Partai Golkar ini, mengatakan bahwa vaksin yang digunakan adalah vaksin yang dikembangkan di dalam negeri dan vaksin impor yang sudah teruji efikasi vaksinnya, serta halal sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo kepada Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN).

“Vaksin buatan dalam negeri dan masuk kategori halal sesuai arahan Presiden Jokowi yang sudah disampaikan langsung oleh beliau atau oleh Ketua KPC-PEN Airlangga Hartarto atau Penanggung Jawab KPC-PEN Jawa Bali Luhut Binsar Panjaitan menggunakan produk dalam negeri Vaksin Nusantara dan Vaksin Merah Putih atau bisa juga vaksin impor kategori halal yang produk akhirnya dibuat di Indonesia, lolos Emergency Use Authorization (EUA) Badan Pengawa Obat Dan Makanan (BPOM) dan kategori halal Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yakni Sinovac dan Zifivax,” imbuh Melki.

Baca Juga :  Menperin Agus: Indonesia Harus Bertransformasi Jadi Negara Mandiri di Bidang Kesehatan