BERITALEGISLATIF

Legislator Golkar Jaring Aspirasi Pastikan Komitmen Calon Dubes

0
Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Golkar Christina Aryani.

Berita Golkar – Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Golkar Christina Aryani mengatakan telah menjalankan penjaringan aspirasi dan masukan konstruktif dari Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri untuk mendapatkan masukan dan memastikan komitmen 33 calon duta besar yang akan menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi I DPR RI.

“Penjaringan aspirasi ini berguna untuk mendapatkan masukan aktual dan memastikan komitmen dari para calon duta besar yang akan ditempatkan,” kata Christina dalam keterangan tertulisnya yang diterima wartawan, Senin (12/7/2021).

Anggota DPR RI dari daerah pemilihan DKI Jakarta II yang juga mewakili konstituen luar negeri ini menyampaikan penjaringan tersebut terkait perbaikan kinerja perwakilan dan masukan itu diterima antara lain dari komunitas WNI di Australia, Timor Leste, Perancis, dan Kanada.

Baca Juga :  Resmi, Luhut Binsar Pandjaitan Pimpin PB PASI Periode 2021-2025

“Selain persyaratan dasar, kedalaman wawasan serta ketrampilan komunikasi, calon Dubes juga harus memahami beragam aspek menyangkut negara/organisasi internasional di mana mereka akan ditempatkan,” jelas politisi Fraksi Partai Golkar ini.

Selain itu, juga menaruh perhatian khusus pada upaya perlindungan WNI di luar negeri, terutama menyangkut akses terhadap vaksin dalam kondisi pandemi Covid-19.

Baca Juga :  Ketum PB WI Airlangga: PB WI akan Bangun Pusat Pelatihan Wushu Indonesia

Dia menjelaskan beberapa tugas penting Dubes yang digarisbawahi yakni kesanggupan memperjuangkan kepentingan nasional dan mengembangkan kerja sama internasional.

“Dan juga meningkatkan nilai ekspor dan kunjungan wisatawan, serta menarik investasi dan peluang-peluang bisnis lainnya,” katanya.

Sebagaimana diketahui, Komisi I DPR RI mulai melakukan uji kepatutan dan kelayakan atau “fit and proper test” terhadap 33 calon Dubes pada Senin sampai Rabu (12-14 Juli 2021), dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Uji kelayakan tersebut terdiri dari 6 sesi selama 3 hari bersifat tertutup dengan durasi per-sesi maksimal 2 jam 15 menit.