LEGISLATIF

Legislator Golkar Minta Kemenlu dan KBRI Lakukan Evakuasi WNI di Sri Lanka

0
Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia Bobby Adhityo Rizaldi.

Berita Golkar – Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia Bobby Adhityo Rizaldi meminta pemerintah Indonesia khususnya Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) agar segera melakukan evakuasi wajib terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) di Sri Lanka.

Sebab, berdasarkan catatan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kolombo, terdapat 340 WNI di Sri Lanka yang mayoritasnya adalah pekerja migran sektor pariwisata, konstruksi, serta WNI yang menikah dengan warga negara Sri Lanka.

“Kemenlu dan KBRI di Colombo perlu segera melaksanakan Mandatory Evacuation untuk WNI di Srilanka dan mempersiapkan rencana kontijensi kiranya ada pilihan-pilihan terbaik lainnya dalam menjaga keselamatan seluruh WNI beserta personel KBRI,” kata Bobby Adhityo saat dihubungi wartawan, Selasa (12/7).

Baca Juga :  Solidarity Sport Fest 2022, Kosgoro Fasilitasi Milenial Bidang Olahraga & Musik

Sri Lanka saat ini diketahui mengalami krisis keuangan terburuk dalam tujuh dekade terakhir, cadangan devisanya anjlok ke rekor terendah, dan uang pun habis untuk membayar impor barang-barang penting, seperti makanan, obat-obatan, dan bahan bakar.

Bahkan, Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe mengatakan negaranya benar-benar bangkrut dan menderita krisis keuangan terparah dalam beberapa dekade terakhir.

Baca Juga :  Partai Golkar Harap Dukungan Relawan Projo ke KIB Berlanjut

Untuk itu, Bobby Adhityo yang juga sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Sumatera Selatan meminta pemerintah memastikan perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) di Sri Langka, terkait krisis politik yang sedang terjadi di negara tersebut.

“Dan utamanya perlu upaya komprehensif melindungi pemenuhan hak-hak WNI disana, seperti pembayaran hak gaji dari pemberi kerja dan kecukupan makanan yg layak,” pungkasnya.

You may also like