LEGISLATIF

Legislator Golkar Nilai Sistem Pemilu Terbuka Masih Yang Terbaik Digunakan di Indonesia

0
Anggota Komisi III DPR fraksi Golkar, Supriansa.

Berita Golkar – Anggota Komisi III DPR Supriansa menyebut, kabar yang disampaikan Denny bukan sebuah bocoran, melainkan informasi yang didapat dari pihak yang bisa dipertanggungjawabkan.

Supriansa menegaskan, sistem pemilu terbuka dinilai masih yang terbaik digunakan di Indonesia. Sebab, partisipasi publik dalam menentukan wakilnya di parlemen cukup tinggi.

“Dulu kita pernah menerapkan sistem tertutup. Kemudian sekarang berubah menjadi terbuka, harapannya ini menjadi adalah bagian dari penguatan kedaulatan rakyat,” ucapnya.

Baca Juga :  Nidya Listiyono Ingatkan Mahasiswa di Kaltim Pentingnya Perkokoh Kedaulatan Bangsa

Politikus Partai Golkar itu menyatakan, tak menjamin bila sistem pemilu diubah akan menghilangkan politik uang.

Ia menduga, akan ada perpindahan politik uang yang bisa saja terjadi di masing-masing internal partai politik.

“Dikatakan kalau dilaksanakan secara terbuka katanya, maka itu akan terjadi politik uang di bawah. Pertanyaan saya, adakah juga yang bisa menjamin bila dilaksanakan secara tertutup orang-orang yang mendapatkan nomor urut 1-2 dan seterusnya itu terutama nomor 1 tidak membayar di partainya masing-masing. Jangan-jangan hanya pindah tempat terjadinya kecurigaan-kecurigaan terjadinya politik uang ‘kan itu yang menjadi kekhawatiran kita,” ungkapnya.

Baca Juga :  Legislator Golkar: Penyelenggaraan Pilkada Harus Bersih & Berkualitas di Kabupaten Sekadau

Maka, dia meyakini sistem pemilu proporsional terbuka masih yang terbaik. Sebab, publik bisa melakukan pengawasan secara terbuka dan berpartisipasi penuh menentukan wakil rakyat.

“Sistem dengan cara pendekatan pelaksanaan terdaftar terbuka ini, jauh lebih bagus dibandingkan dengan yang tertutup. Sebab banyak mata yang bisa menyaksikan, banyak orang yang bisa melihat, dan banyak orang yang bisa memprotes. Juga bisa melaporkan langsung ke Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) bila terjadi kecurangan di lapangan,” pungkasnya.