BERITAEKSEKUTIF

Menko Airlangga: Dorong Pertumbuhan Ekonomi dengan Kemajuan IPTEK

0
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Berita Golkar – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pertumbuhan ekonomi suatu negara tidak lagi hanya bertumpu pada faktor produksi konvensional melainkan juga dipengaruhi oleh kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek).

“Faktor ini akan mendorong suatu negara untuk secara lebih efisien menyediakan barang dan jasa serta meningkatkan daya saing usaha,” kata Menko Airlangga Hartarto dikutip melalui salah satu media pemberitaan online Jumat (16/7/2021).

Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, lanjut Menko Airlangga, perhatian harus diberikan kepada strategi kebijakan yang mendorong inovasi, termasuk penempatan anggaran negara untuk dialokasikan pada pos Iptek, riset, dan inovasi.

Penempatan anggaran riset/Litbang atau Gross Expenditure on Research and Development (GERD) dinyatakan dalam persentase terhadap PDB nasional, meliputi 4 sektor yakni Litbang Pemerintah, Litbang Perguruan Tinggi, Litbang Industri, dan Litbang Non-Government Organization (NGO), dengan kegiatan riset mencakup penelitian dasar, penelitian terapan, dan pengembangan eksperimental.

Baca Juga :  Ketua DPP Ace Hasan: Kami Tetap Konsisten jadikan Airlangga Hartarto sebagai Capres

Airlangga mengungkapkan nilai GERD Indonesia masih terbilang rendah dibandingkan dengan negara-negara di dunia. Hal tersebut berarti porsi penempatan anggaran untuk pos Iptek, riset dan inovasi masih perlu ditingkatkan.

“Untuk mendorong peran industri lebih besar dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan vokasi di Indonesia, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan Super Tax Deduction Vokasi hingga 200 persen,” ujar Airlangga.

Lebih lanjut ia mengatakan tautan antara pembangunan Iptek dengan pembangunan ekonomi terjadi ketika teknologi yang dihasilkan dapat mendukung dalam kegiatan ekonomi.

Baca Juga :  Komisi XI Apresiasi dan Dukung Kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional Semester II 2021

Sebaliknya, kemajuan perekonomian dan peningkatan persaingan juga akan menciptakan kebutuhan teknologi baru.

“Agar simbiosis mutualisme antara pembangunan Iptek dengan pembangunan ekonomi dapat terbentuk, maka pengembangan teknologi perlu berorientasi pada kebutuhan atau persoalan nyata, demand-driven,” katanya.

Pemerintah, kata dia, bekerja sama dengan swasta membantu seluruh pihak termasuk usaha mikro kecil untuk on boarding dan melakukan servisifikasi, melalui kegiatan peningkatan SDM Digital, pembuatan Database Digital, Literasi Digital, dan Pembangunan Infrastruktur Digital.

Upaya-upaya tersebut akan mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan ekspor. Indonesia akan dapat keluar dari middle income trap lebih cepat yaitu pada 2037.