EKSEKUTIF

Menko Airlangga: Peran Aktif dan Kontribusi KAHMI Dinantikan

0
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (tengah).

Berita Golkar – Melibatkan kerja keras dan kolaborasi dari berbagai pihak, Indonesia terus berupaya untuk mewujudkan cita-cita besar menjadi negara maju dan mencapai Indonesia Emas di tahun 2045.

Visi Indonesia Emas 2045 sendiri sudah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045, dimana Indonesia perlu mengubah pendekatan dalam membangun masa depan dari reformatif menjadi transformatif melalui 3 area perubahan yakni transformasi ekonomi, sosial, dan tata kelola.

Dalam acara Rapat Pimpinan Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di Jakarta, Senin (1/04), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang hadir mewakili Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa meskipun saat ini kondisi global masih tidak menentu, namun agenda Indonesia Emas yang telah dicita-citakan tidak boleh berhenti, harus terus diperjuangan dan diakselerasi.

Baca Juga :  Menko Airlangga Dorong Mahasiswa Mampu Hadapi Tantangan Zaman

“Saat ini kita di upper middle income country. Di tahun 2024 ini, pendapatan per kapita kita diperkirakan tembus USD5.300 s.d. USD5.400. Pada Indonesia Emas kita ingin mencapai USD30.300,” ungkap Menko Airlangga.

Menko Airlangga juga menegaskan bahwa Indonesia telah berhasil menekan tingkat kemiskinan menjadi satu digit yaitu 9,36%.

Lebih lanjut, pada Indonesia Emas 2045 target tingkat kemiskinan yang ingin dicapai yakni 0% dan dengan angka rasio gini pada 0,320.

“Upaya-upaya ini harus diakselerasi. Kita punya momentum untuk mengakselerasi. Ada bonus demografi yang tidak akan terulang yang harus dibarengi dengan peningkatan kuat SDM melalui peningkatan kualitas kesehatan serta riset dan pendidikan, terutama pendidikan vokasional,” kata Menko Airlangga.

Baca Juga :  Sesi Dialog 3G, Menko Airlangga Ungkap Tujuan Indonesia pada Presidensi G20

Selain itu, Menko Airlangga juga mengatakan Indonesia memiliki sumber kekayaan alam yang melimpah baik di darat maupun di laut.

Sumber energi dan pangan harus diindustrikan di dalam negeri, dihilirisasi dan melibatkan UMKM, serta membuka peluang kerja dan meningkatkan ekspor.

“Dengan alumni HMI yang berpendidikan tinggi, yang berkiprah di berbagai bidang dan profesi, KAHMI merupakan kekuatan besar yang dinantikan peran dan kontribusinya. Saya titip kepada KAHMI untuk berperan aktif mengakselerasi proses menuju Indonesia Emas, menjadi Indonesia Maju, menjadi negara berpenghasilan tinggi,” pungkas Menko Airlangga.