BERITAEKSEKUTIF

Menko Tunjukan Sejumlah Bukti Bahwa EKonomi Indonesia Mulai Pulih dari Pandemi Covid-19

0
Airlangga mengapresiasi peneliti UGM yang melakukan inovasi dan berhasil menemukan alat uji Covid-19 yang lebih simpel dan murah.

Berita Golkar – Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membeberkan sejumlah bukti bahwa ekonomi Indonesia mulai pulih dari pandemi COVID-19 memasuki akhir 2020.

Pemulihan tersebut dapat dilihat dari sejumlah indikator.

Pertama, indikatornya dapat dilihat dari Survei Kegiatan Dunia Usaha. Hal itu sejalan dengan kapasitas industri yang mulai tumbuh.

“Survei kegiatan dunia usaha menunjukkan adanya perbaikan kinerja kegiatan di triwulan ketiga, sejalan dengan hal ini kapasitas produksi terpakai atau utilisasi industri, penggunaan tenaga kerja juga mengalami peningkatan,” kata dia dalam Capital Market Summit & Expo 2020 yang diselenggarakan secara virtual, Senin (19/10/2020).

Baca Juga :  Rapimda Golkar Lumajang Usung Airlangga Hartarto Capres 2024

Airlangga meyakini kinerja kegiatan dunia usaha akan terus mengalami peningkatan sampai triwulan 4-2020.

Industri pengolahan yang merupakan kontributor terbesar PDB, juga menunjukkan perbaikan di triwulan 3-2020, tercermin pada Purchasing Manager’s Index (PMI) manufaktur Indonesia.

“PMI daripada BI menunjukkan bahwa kinerja industri pengolahan berada pada level 44,91 di triwulan ketiga 2020 dan akan terus meningkat di triwulan keempat 2020. Aktivitas industri ini terlihat dari mulai meningkatnya impor bahan baku dan barang modal di bulan September 2020,” paparnya.

“Neraca perdagangan juga mengalami surplus US$ 8 miliar di triwulan ketiga 2020. Ini juga mendukung ketahanan di sektor eksternal,” sambung Airlangga.

Baca Juga :  Satkar Ulama Golkar Ajak Masyarakat Salurkan Aspirasi Sesuai Aturan

Pemulihan juga terlihat di lingkup dunia. Hal itu berkat pelonggaran lockdown di sejumlah negara.

“Pasca pelonggaran lockdown yang terjadi di beberapa negara, ekonomi global mulai pulih melalui peningkatan aktivitas ekonomi, risiko investasi yang ditunjukkan melalui volatility index dan credit default swap (CDS) mengalami penurunan pasca peningkatan signifikan di bulan Maret yang lalu,” ujarnya.

“Aktivitas sektor manufaktur global juga pulih dari penurunan tajam di bulan April, PMI di beberapa negara menunjukkan perbaikan ataupun masuk dalam range 50 di bulan September 2020,” tambah Airlangga.

finance.detik

You may also like