BERITALEGISLATIF

Nurul Arifin: UMKM Dongkrak Laju Perekonomian Indonesia

0
Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Golkar, Nurul Arifin.

Berita Golkar – Penurunan perekonomian nasional maupun global saat ini adalah dampak dari Pandemi COVID-19 yang signifikan. Berbagai usaha telah dilakukan pemerintah untuk mendongkrak dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Golkar, Nurul Arifin menyatakan, upaya yang telah dikerjakan pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian Indonesia agar tak mengalami resesi salah satunya dengan program pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Pemerintah berupaya mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai penggerak ekonomi rakyat yang dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan pemulihan ekonomi nasional.

Pemerintah telah memfasilitasi UMKM ini secara baik. Sehingga keberadaan para penggerak ekonomi ini bisa terus dipertahankan.

Saat ini jumlah UMKM di Indonesia mencapai 64,2 juta. Pada tahun 2020, sudah berkontribusi sebesar 60,51 persen terhadap produk domistik bruto (PDB) atau senilai Rp9.580 triliun.

Dari hasil survei menunjukkan sebanyak 82,9 persen UMKM merasakan dampak negatif dari pandemi. Juga kondisi pandemi ini menyebabkan 63,9 persen yang terkena dampaknya mengalami penurunan omset lebih dari 30 persen, jika dibandingkan omset sebelum pandemi.

Baca Juga :  Popularitas dan Elektabilitas Airlangga Hartarto Meningkat Tajam di Jawa Timur

Sampai dengan 27 Oktober 2021, total realisasi PEN dukungan UMKM tahun 2021 sebesar Rp64,35 triliun dengan jumlah debitur (UMKM yang menerima manfaat) sebanyak 33,93 juta UMKM.

Nurul menjelaskan, pandemi COVID-19 ini memberikan efek domino multi sektoral yang berarti kesehatan, sosial, ekonomi, keuangan dan politik. Tetapi kegiatan ekonomi harus tetap berlangsung dengan tetap memperhatikan faktor kesehatan.

Pemerintah Indonesia mengambil strategi mengutamakan keseimbangan antara penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi nasional dalam penanganan pandemi COVID-19.

Ternyata kombinasi rem dan gas yang dipilih sebagai langkah optimal untuk menyelaraskan antara penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional dapat membuat Indonesia tidak masuk ke dalam jurang krisis ekonomi,

Staf Ahli Menteri Kominfo Bidang Hukum, Henri Subiakto menjelaskan bahwa COVID-19 dan teknologi digital memojokkan kita harus berubah lebih cepat menggerakkan ekonomi Indonesia melalui teknologi digital yang disebut transformasi digital.

Pembangunan infrastruktur menjadi hal yang sangat penting. Oleh karena itu, Kementerian Kominfo mendapatkan kepercayaan untuk membangun infrastruktur digital tersebut. Sehingga para pelaku UMKM dapat memanfaatkan perdagangan secara online untuk meningkatkan perekonomian.

Baca Juga :  Wamendag Kenalkan Kopi Nusantara ke Jerman

Menurut dia, kunci sukses bisnis online diantaranya adalah memiliki koneksi internet yang baik, website dan akun, memiliki anilisa website, dana yang sesuai, kontinuitas dan keteraturan, lindungi privasi pelanggan, riset kompetitor dan jangan menyerah.

Sedangkan Pengamat Kebijakan Publik, Alamsyah Saragih menyebut, ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mempercepat atau terlibat dalam pemulihan ekonomi nasional diantaranya adalah pengembangan kelembagaan sosial ekonomi untuk UMKM.

Memperluas sebaran jenis usaha non mikro (kecil dan menengah) ke sektor industri non makanan dan minuman dibuthkan dukungan tenaga kerja terdidik dan terlatih (SMK, dll).

Agar lebih cepat pertumbuhan usaha kecil dan menengah buka akses ke jaringan rantai pasok usaha besar (dukungan standarisasi dan jaminan).

Kemudian mempercepat pertumbuhan usaha menengah dengan membuka akses ke sumber pembiayaan di pasar modal.

Menko Airlangga: Pemerintah Siap Melaksanakan Putusan MK atas Pengujian Formil UU Cipta Kerja

Previous article

Mukhtarudin Minta Pemda Sosialisasikan Kebijakan PPKM Level 3 Jelang Libur Nataru

Next article

You may also like

Comments