BERITALEGISLATIF

Perdebatan Resesi Ekonomi, Sarmuji: Tren Ekonomi Indonesia Membaik

0
Foto: M. Sarmuji, Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar/NET

Berita Golkar – Belakangan tengah berkembang perdebatan apakah Indonesia akan mengalami resesi ekonomi ataukah tidak. Menanggapi hal tersebut, M. Sarmuji, anggota Komisi XI Fraksi Partai Golkar DPR RI angkat bicara.

Menurut Sarmuji, secara teknis Indonesia memang berkemungkinan masuk dalam kategori resesi, sebab menurut definisi jika suatu negara mengalami pertumbuhan negatif dalam dua kuartal berturut-turut negara tersebut masuk kategori resesi.

Sarmuji melanjutkan, pertumbuhan ekonomi kita pada kuartal kedua tumbuh minus 5,3 persen dan jika pada kuartal ketiga pertumbuhan masih negatif maka secara teknis dikategorikan resesi. Namun Sarmuji mengingatkan bahwa itu bukan berarti ada guncangan besar ekonomi.

“Jangan bayangkan jika secara teknis masuk resesi seolah-olah ekonomi berhenti seketika, ungkap Sarmuji.

Bahkan Sarmuji memberi keyakinan bahwa fase krisis yang sebenarnya sudah di lalui. “Fase krisis dimana Indonesia mengalami kontraksi paling dalam secara ekonomi sudah dilalui yaitu pada kuartal kedua kemarin,” sambung Sarmuji.

Baca Juga :  Nurdin Halid Minta Kader Golkar Daerah Masifkan Konsolidasi Jelang Pemilu 2024

Kuartal ketiga nanti diperkirakan kontraksi sudah tidak akan besar lagi. “Kuartal ketiga sebenarnya ekonomi sudah mulai melakukan pembalikan arah ke arah positif tetapi karena kuartal kedua minus 5,3 persen agak berat utk sampai ke level di atas 0 persen. Kuartal ketiga kemungkinan masih minus tapi sudah tidak terlalu besar,” ungkapnya.

Dengan demikian bisa dipastikan ekonomi saat ini sudah dalam mulai membaik, hanya tidak bisa tiba-tiba menjadi sehat seperti sebelum pandemi. Sarmuji menperkirakan secara tahunan ekonomi Indonesia tahun 2020 ada di kisaran -1 persen sampai nol persen dengan ditopang pertumbuhan positif di kuartal keempat. Tren ekonomi global saat ini juga mulai membaik dan akan menciptakan permintaan terhadap komoditas Indonesia. Ditambah lagi program sosial pemerintah juga digencarkan.

Baca Juga :  Golkar Dukung Pembangunan Sekolah Negeri di Bali

“Semoga dengan segala usaha pemerintah dan bantuan langsung yang diberikan ke masyarakat, ekonomi sudah tumbuh positif pada kuartal empat 2020 ini,” kata Sarmuji setengah berharap

Sarmuji menyarankan beberapa rekomendasi. Pertama, pemerintah harus memanfaatkan ekonomi global yang sudah mulai menunjukkan tanda perbaikan dengan mencermati pasar luar negeri dan komoditas apa yang bisa di suplay dari Indonesia; kedua agar pemerintah segera memacu pengeluaran pemerintah; ketiga mempercepat pencairan berbagai program sosial untuk meningkatkan daya beli.

“Jika ekspor meningkat dan konsumsi dan pengeluaran pemerintah bisa dipercepat otomatis akan menjadi daya dorong terhadap pertumbuhan ekonomi,” pungkas Sarmuji.

You may also like