DPD GOLKAR

Srikandi Golkar Bali, Ardaba Kory: Pentingnya Kolaborasi dalam Pemerataan Pembangunan

0
Ketua KPPG Bali, Gusti Ayu Putu Ardaba Kory.

Berita Golkar – Srikandi Golkar Bali, Gusti Ayu Putu Ardaba Kory tekankan pentingnya kolaborasi dalam pemerataan pembangunan di Bali.

Hal ini disampaikannya usai menghadiri acara “Bincang Santai Politik (Bistik) : Sadar Memilih, Bali Metaksu” di Denpasar, Selasa 16 Januari 2024 kemarin.

Dalam kesempatan tersebut, Kory menuturkan pemerataan pembangunan di Bali memang perlu dilakukan, salah satunya di Bali Utara.

Hal ini diwujudkan melalui pembangunan Bandara Bali Utara yang kini menjadi janji kampanye pasangan Prabowo-Gibran.

Sebab, dengan dibangunnya Bandara Bali Utara, dikatakan dapat menumbuhkan pengusaha-pengusaha baru di wilayah tersebut.

Selain itu, pembangunan Bandara Bali Utara ini juga dikatakan dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.

Baca Juga :  Supriyanto Tanggapi Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di Salah Satu SDN di Bojonegoro

“Gibran kemarin turun ke Bali. Dia ngecek ke Buleleng. Dia berjanji pembangunan di Bali utara akan terjadi, Bandara Bali Utara.”

“Mengapa diperlukan? Karena itu akan tumbuh pengusaha-pengusaha baru, akan tumbuh perekrutan tenaga kerja,” jelasnya kepada wartawan.

Dengan dibangunnya Bandara Bali Utara, tentu berdampak pula pada jumlah wisatawan asing yang akan berkunjung ke Bali.

Namun di sisi lain, Bali kini tengah dihantui dengan fenomena wisatawan asing yang kerap berbuat ulah.

Menanggapi hal ini, Kory yang juga Ketua Kesatuan Perempuan Partai Golkar Bali (KPPG Bali) itu menekankan pentingnya kolaborasi.

Kolaborasi ini perlu dilakukan antar intansi terkait. Mulai dari TNI-Polri, hingga pecalang setempat.

Baca Juga :  Melkiades Nilai Penanganan Kasus GGAPA di Aceh Terkendali dengan Baik

Sehingga, dibutuhkan pemimpin yang dikatakan mampu untuk meng-organize hal ini dengan salah satu output-nya adalah produk hukum yang tegas.

Produk hukum ini, kata Kory, mulai dari awig-awig, hingga Peraturan Gubernur (Pergub).

“Yang memegang wewenang itu kan pemerintah. Ketika orang yang kita pilih itu mampu meng-organize, pasti mereka akan membuat aturan,” jelasnya.

Memilih pemimpin yang tepat, Kory memandang perlu adanya kesadaran dari para pemilih itu sendiri.

Hal ini dapat dilakukan dengan mendalami program kerja dari masing-masing calon yang tengah berkontestasi.

Sehingga, visi mencapai Bali metaksu ini juga menjadi tanggung jawab dari para pemilih di Bali.

“Makanya siapa yang akan menjaga Bali? Adalah orang-orang yang kita pilih. Ini tanggung jawab kita sebagai pemilih yang cerdas,” pungkasnya.