LEGISLATIF

Tanggapi Keluhan Sekolah di PPU, Hetifah akan Sampaikan ke Pemerintah Pusat

0
Suasana saat Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian berdiskusi dengan kepala sekolah di Penajam Paser Utara pada Selasa (19/7/2022). 

Berita Golkar – Menanggapi banyaknya keluhan pihak sekolah di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), mengenai kekurangan sarana dan prasarana sekolah, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengaku hal itu sangat memprihatinkan.

Hal itu sebab, PPU merupakan daerah Ibu Kota Negara atau IKN Nusantara, di mana kualitas Sumber Daya Manusianya (SDM) harus segera ditingkatkan.

“Memprihatinkan sekali, kita mau bicara soal IKN Nusantara dan daerah diseputarannya, tapi dari sisi SDM dan infrastrukur di mana sumber daya manusia itu diasah dan dicetak ternyata masih sangat minimal,” ungkapnya Selasa (19/7/2022).

Baca Juga :  Harap Suasana Teduh Jelang Pemilu, Ketum Golkar Airlangga Luncurkan Program 'GIBRAN'

Beberapa keluhan sekolah dikatakan Hetifah, mulai dari meja dan kursi yang masih kurang, bangunan yang hampir runtuh, serta akses jalan masuk sekolah yang masih rusak.

“Ada masih beberapa sekolah tadi yang mengeluh soal meja kursi atau bangunan yang hampir longsor, jalan masuknya yang becek, hal-hal itu sebetulnya tidak patut lagi ada di infrastrukur pendidikan kita,” lanjutnya.

Menurutnya pula, pihaknya akan menyampaikan aspirasi sekolah di Penajam Paser Utara, bahkan akan membawa pemerintah pusat untuk melihat langsung kondisi pendidikan di Penajam Paser Utara.

Tujuannya, agar ketika merumuskan kebijakan baik program pendidikan maupun anggaran, bisa sesuai kebutuhan pendidikan di Benuo Taka.

Baca Juga :  Politisi Golkar Inche Tawarkan Solusi Hadapi Bencana Kekeringan di NTT

“Harus membantu baik dari pemerintah pusat apalagi saya dari DPR RI akan mendesak kementerian khususnya Kemendikbud untuk lebih banyak memperhatikan,” ujarnya.

Dan dalam beberapa waktu ke depan dirjen khususnya vokasi akan mengumpulkan semua kepala sekolah untuk berdialog seperti ini.

“Untuk bisa merumuskan kebijakan yang lebih tepat di 2023,” pungkasnya.

Sebelumya diberitakan, bahwa ada beberapa sekolah di PPU, yang bangunan gedungnya bocor dan terpaksa ditutup spanduk untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, yakni SMP Negeri 5 Penajam Paser Utara.

Adapula bangunan sekolah yang tak memiliki atap dan tak kunjung diperbaiki pasca terkena angin puting beliung sejak beberapa waktu lalu.