BERITAEKSEKUTIF

Wamendag Jerry: Harga Kebutuhan Pokok di Wilayah Timur Terpantau Stabil

0
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga.

Berita Golkar – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga memastikan pasokan barang kebutuhan pokok (bapok) di wilayah timur Indonesia terpantau stabil.

Dengan pasokan yang terjaga, ia berharap masyarakat dapat menghadapi Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) dengan suka cita.

“Setelah kami pantau, kami lihat ketersediaan bapok aman. Hal yang paling penting adalah stok aman dan ini menjadi sesuatu yang diperlukan untuk menyambut Natal dan Tahun Baru,” ujar Jerry usai meninjau Pasar Pinasungkulan dan Kompleks Restorasi Pasar Malalayang Kayu Bulan di Manado, Sulawesi Utara, seperti dikutip dari siaran pers, Minggu, 19 Desember 2021.

Jerry menambahkan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga, serta pemerintah daerah, untuk memastikan pasokan tetap terjaga di momen Nataru.

Selain peninjauan ke sejumlah pasar, kunjungan kerja Jerry ke Ambon dan Manado sekaligus untuk mengunjungi sejumlah gereja dan panti asuhan sebagai bagian dari upaya pemerintah menyambut momen Nataru.

Baca Juga :  Airlangga Hartarto: Tugas Golkar Bantu Tangani Covid-19

Sebelum bertolak ke Manado, Jerry juga meninjau Pasar Mardika di Ambon, Maluku. Dalam peninjauan tersebut, ia juga memastikan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga bapok dalam persiapan menghadapi Nataru.

“Ketersediaan bapok di Ambon juga kondusif. Kami ingin terus memastikan bahwa menjelang Nataru, bapok tersedia cukup dan harga tidak terlalu naik turun. Saya berterima kasih kepada pemerintah daerah yang selalu sigap memantau dan memastikan ketersediaan stok,” tutur Jerry.

Sebelumnya, Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Indra Setiawan mengingatkan pemerintah terhadap kenaikan harga beberapa komoditas hingga akhir 2021. Salah satu yang mendasari kenaikan ini adalah momen Natal dan libur akhir tahun, yakni peningkatan permintaan lebih tinggi dari biasanya.

“Perubahan cuaca juga berdampak pada musim tanam, petani beberapa komoditas mempercepat musim tanamnya dan hal ini berdampak pada terbatasnya hasil panen. Keterbatasan ini menyebabkan harga naik karena tidak sesuai dengan banyaknya permintaan,” terang dia.

Baca Juga :  Airlangga Hartarto: Saya Mewakili Partai Golkar Mengucapkan Selamat Natal 2021

Harga telur, misalnya. Di November, komoditas yang menjadi pemicu utama inflasi adalah kenaikan harga telur dan cabai merah yang masing-masing berkontribusi sebesar 0,06 persen.

Data Indeks Bulanan Rumah Tangga (Indeks Bu RT) CIPS mencatat kenaikan harga telur cukup signifikan, yaitu sebesar 19 persen dari Rp23.544 per kilogram menjadi Rp28.086 per kilogram pada November 2021.

“Harga telur yang mulai naik, mengalami rebound atau kembali normal dari sebelumnya yang sempat anjlok akibat melimpahnya stok di pasar,” urai Indra.

Sementara itu, harga cabai merah naik dari Rp56.143 per kilogram pada Oktober 2021 menjadi Rp58.182 per kilogram pada November 2021. Salah satu penyebabnya karena stok yang menurun karena petani saat ini masih musim tanam.

You may also like