DPD GOLKAR

Ace Hasan Minta Golkar Jabar Beri Ruang bagi Generasi Muda

0
Ketua DPD Golkar Jabar, Tubagus Ace Hasan Syadzily.

Berita Golkar – Partai Golkar Jawa Barat, akan memberikan ruang untuk anak muda dan diberi peran dalam partai politik.

Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Tubagus Ace Hasan Syadzily meminta kadernya agar memberikan ruang politik bagi generasi muda karena salah satu kunci kemajuan partai, yakni dengan merekrut anak-anak muda agar melek politik.

“Mereka, jangan hanya sekadar dijadikan alat penarik suara, tetapi harus diperankan dalam partai politik,” ujar Ace, pada acara Pendidikan Politik dan Kaderisansi Partai Golkar Wilayah IV Kabupaten Bandung, di Rancaekek Kabupaten Bandung, Minggu (31/7/2022).

Baca Juga :  DPD Golkar DKI Jakarta Mulai Panaskan Mesin Hadapi Pemilu 2024

Menurut Ace, politik sangat penting dalam kehidupan, politik selalu dijadikan pegangan dalam langkah-langkah kehidupan.

“Bila politik dipegang oleh orang yang salah, kebijakan akan salah, begitupun sebaliknya. Sebab itu, maka pendidikan politik (Dikpol) menjadi penting,” kata Ace.

Ace mengungkapkan, politik bukan semata-mata hanya untuk merebut kekuasaan.

“Orang berbondong-bondong menjadi kepala daerah, DPRD, DPR, Presiden dan jabatan lainnya karena di situ adalah ladang untuk kemaslahatan orang lain. Jadi, tujuan utama kita berpolitik adalah membawa kemaslahatan untuk orang lain,” ucap dia.

Ace memaparkan, saat Golkar berkuasa, Indonesia pernah menjadi macan asia, dan memberikan kemaslahatan untuk masyarakat.

Baca Juga :  Ketua DPD Golkar Rohil Afrizal Sintong Sambut Kedatangan Prabowo Subianto di Riau

Sekarang, kata Ace, Bupati Bandung tidak dari Golkar, sudah sepantasnya menjadi bahan introspeksi bersama.

Sebab memang Bupati Bandung, Dasang Supriatna, awalnya berasal dari Partai Golkar, namun menjelng Pilkada 2020, ia hengkang dan masuk PKB. Lalu ia mencalonkan dari Partai PKB.

“Ini harus menjadi catatan karena mungkin, saat itu, salah mengambil langkah kebijakan politik,” katanya.

Ace mengatakan, Dikpol ini harus digunakan untuk memperkuat ideologi, memperkuat kepercayaan diri untuk menang sesuai yang ditargetkan.

“Sehingga dapat mengambil langkah kebijakan politik yang tepat, dan sesuai dengan keinginan dan harapan masyarakat,” ucapnya.