LEGISLATIF

Hamka B Kady Desak Kemenhub Evaluasi Truk ‘Overloading’

0
Anggota Komisi V DPR RI, Hamka B Kady.

Berita Golkar – Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Hamka B Kady mendesak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) segera mengevaluasi keberadaan truk Odol atau over dimension dan overloading.

Politisi senior partai Golkar asal Sulawesi Selatan tersebut berharap ada solusi setelah pencanangan zero overloading.

“Apakah kita masih konsisten dalam penerapan Undang-undang Nomor 22? Kita harus satukan dulu pandangan kita terkait truk odol ini. Truk Odol ini termasuk pelanggaran pidana yang cukup berat,” kata Hamka, Rabu (15/2/2023).

Baca Juga :  Legislator Golkar Tanggapi Kampanye 'All Eyes On Papua' di Laman Media Sosial

Hamka B Kady pun mempertanyakan konsistensi Dirjen Perhubungan Darat pada roadmap yang ia pernah paparkan dan apakah penganggaran untuk jembatan timbang masih layak dilanjutkan.

“Konsep untuk mengatasi truk Odol ini sudah disampaikan Dirjen Perhubungan Darat, ketika itu Pak Budi. Dia mengatakan akan selesaikan paling tidak 1 Januari 2023, atau zero Odol di 2024. Konsep ini disampaikan secara tertulis,” katanya.

Baca Juga :  Timwas Haji, Ace Hasan Pertanyakan Hilangnya Bendera RI di Bus Jemaah Haji Indonesia

Hamka B Kady pun berharap ada solusi untuk truk odol tanpa mempengaruhi aspek ekonomi di bidang transportasi.

“Mari kita bicarakan nanti dalam rapat kedepannya, seperti apa konsepnya. Sampai sekarang belum ada yang bisa dilakukan secara konkrit,” Hamka B Kady menambahkan.

Diketahui, kendaraan seperti truk atau pick-up, seringkali ketahuan membawa muatan dengan dimensi dan berat yang melebihi kapasitas atau aturan berlaku.

Akibatnya beragam, mulai dari rusaknya infrastruktur, laju kendaraan lain melambat hingga mengakibatkan kecelakaan lalu lintas.