BERITAEKSEKUTIF

Ketua KPCPEN: Optimalkan pendekatan PPKM ke lingkup Mikro

0
Foto - Airlangga Hartarto Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) sekaligus Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian dan juga sebagai Ketua Umum Partai Golkar/NET

Berita Golkar – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar para menteri melakukan penanganan Covid-19 secara efektif dan optimal. Hal tersebut salah satunya dengan melakukan pembatasan masyarakat yang berbasis mikro dari mulai RT/RW hingga melibatkan satuan tugas terkecil.

Arahan itu disampaikan saat rapat terbatas terkait penanganan Covid-19 di Istana Kepresidenan, Rabu (3/2/2021). Menko Perekonomian yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Airlangga Hartarto, menyampaikan arahan Jokowi saat rapat.

“Dalam Ratas tadi, arahan bapak presiden agar penanganan Covid dilakukan secara lebih efektif dan tentu saja itu dapat dilakukan dengan optimalisasi dengan efektivitas daripada pembatasan kegiatan masyarakat. Dan arahan bapak presiden adalah pendekatannya berbasis mikro atau di tingkat lokal, mulai dari tingkat desa, kampung, RT dan RW,” kata Airlangga dalam jumpa pers usai rapat. Airlangga didampingi oleh Menkes Budi Gunadi Sadikin.

Baca Juga :  Anggota Komisi IX DPR RI F-Golkar dukung Perpanjangan PPKM Mikro

Airlangga menuturkan pembatasan itu melibatkan Satgas Corona dari tingkat pusat hingga tingkat terkecil. Penegakkan disiplin masyarakat ini melibatkan aparat.

“Pelibatan Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, hingga operasi yustisi TNI dan Polri dilakukan bukan hanya penegakkan hukum tapi juga untuk tracing,” ujarnya.

Airlangga memastikan kebutuhan masyarakat akan tetap diperhatikan secara mikro. Pemerintah akan mengkonsentrasikan ke 98 daerah yang saat ini menjalankan PPKM.

Baca Juga :  Christina Aryani Sambut Baik Langkah Mahfud MD

Dalam rapat, Jokowi menyampaikan bahwa penanganan Covid-19 tiap negara berbeda. Saat ini, pemerintah menjalankan langkah yang dinilai tepat di Indonesia.

Airlangga mengungkapkan dari data PPKM terlihat beberapa provinsi mengalami perbaikan yaitu Jakarta, Jateng, Yogyakarta. Dari 98 itu, sebanyak 63 kabupaten kota masih merah. Ini penurunan dari sebelumnya 92 kabupaten/kota.

“Mobilitas penduduk mengalami penurunan di beberapa sektor. Mobilitas yang masih tinggi di area kerja dan pemukiman sehingga area pemukiman menjadi perhatian,” jelasnya.

Pakar Kebijakan Publik Beri Tiga Prinsip Lewat Golkar Institute

Previous article

Puteri Komarudin Harap Bank Syariah Indonesia Mampu Tingkatkan Inovasi dan Kapasitas UMKM

Next article

You may also like

Comments