DPP GOLKAR

Pemilu 2024, Ace Hasan: Golkar Ingin Sistem Pemilu Proporsional Terbuka

0
Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat, Tubagus Ace Hasan Syadzily.

Berita Golkar – Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily menyebutkan bahwa partainya menginginkan sistem pemilu proporsional terbuka pada Pemilu 2024 seperti di tiga Pemilu sebelumnya.

Sistem ini diyakini lebih mewakili suara rakyat, dibandingkan sistem proporsional tertutup.

“Golkar dalam tidak boleh mundur, harus terus maju kualitas demokrasi kita, dengan rakyat memiliki hak untuk menentukan mana calon terbaik yang menurut mereka memiliki kemampuan, kapasitas dan elektabilitas yang tinggi. Jadi intinya kita tidak ingin hak rakyat untuk bisa menentukan calon terbaik yang diusulkan parpol itu kemudian dikembalikan kepada parpolnya,” kata Ace Hasan dalam program Obrolan Malam Fristian bertajuk “Untung-Rugi Coblos Partai Bukan Caleg” yang disiarkan di BTV, Senin (9/1/2023).

Baca Juga :  Legislator Golkar DPRD Palangka Raya Sarankan Pemko Beralih ke Pengelolaan Arsip Digital

Ace menegaskan, apapun sistem yang nantinya dijalankan, Golkar dalam posisi siap.

Apalagi Golkar juga punya pengalaman memenangkan Pemilu, ketika sistem proporsional tertutup dijalankan di tahun 2004.

Namun karena ada judicial review terhadap keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang proporsional tertutup-terbuka tersebut, maka kemudian berubah menjadi proporsional terbuka pada 2008.

“Kita punya pengalaman selama tiga Pemilu menerapkan sistem proporsional terbuka, dan ternyata prosesnya berlangsung dengan sangat baik, di mana rakyat bisa menentukan calon legislatif mana yang terbaik, dan di situ peran partai politik tetap ada sebagai peserta pemilu yang mencalonkan siapa kader-kadernya yang terbaik di setiap daerah pemilihan, tanpa melihat nomor urut, tetapi siapa suara terbanyak,” kata Ace.

Baca Juga :  Persyaratan Daftar Jadi Anggota Hingga Syarat Jadi Caleg Partai Golkar

Dengan sistem proporsional terbuka, lanjut Ace, rakyat diberikan hak untuk bisa menentukan siapa calon wakilnya yang terbaik di mata mereka.

“Tentu partai tetap memiliki peran yang sangat penting. Tanpa partai politik, calon tersebut tidak bisa dicalonkan menjadi anggota legislatif. Ketika calon anggota legislatif itu dipilih, maka biarlah rakyat yang memilih tanpa melihat nomor urut, tetapi dilihat dari kapasitasnya, rekam jejaknya, kemampuannya,” kata Ace.