DPD GOLKAR

Penyebab Suara Golkar Melejit di Pemilu 2024, Sarmuji: Ada Sejumlah Faktor

0
Ketua DPD Golkar Jawa Timur, M Sarmuji.

Berita Golkar – Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur (Jatim) M Sarmuji mengungkapkan ada sejumlah faktor yang membuat perolehan suara partai Golkar di Pemilu 2024 melejit.

Salah satunya, kerja keras dari kader untuk memenangkan Golkar dalam kontestasi politik lima tahunan tersebut.

“Tentu ini berkat kerja keras semua pengurus dari DPP sampai desa, kerja keras caleg dan seluruh kader partai Golkar,” kata Sarmuji kepada wartawan, Kamis (14/3).

Di samping dari itu, kata dia, ketentraman atau kesolidan internal mampu menopang kerja keras para kader.

Baca Juga :  Golkar Kabupaten Gorontalo Ambil Sikap Tetap Dukung Airlangga jadi Ketua Umum Partai

Menurutnya, kedamaian di internal turut menjaga lumbung-lumbung suara partai berlambang pohon beringin tersebut.

“Kerja keras itu bisa mendapatkan hasil baik jika ditopang oleh ketentraman internal yang baik. Pada pemilu 2024 ini stabilitas internal kita terjaga baik,” katanya.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI ini juga melihat persepsi publik yang positif terhadap Golkar menjadi salah satu kunci naiknya perolehan suara.

Dia menyebut penilaian masyarakat terhadap Golkar selama Pemilu 2024 sangat baik.

“Demikian juga persepsi terhadap partai relatif terjaga cukup baik,” ucap Sarmuji.

Terlepas dari itu, Sarmuji mengamini adanya pengakuan publik bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah bagian dari Golkar berdampak pada capaian suara di pesta demokrasi 2024.

Baca Juga :  Nusron Wahid Kritik Mahalnya Harga Tiket Pesawat Garuda

Kendati begitu, dia belum bisa mengukur efek dari kedekatan Jokowi dengan Golkar terhadap perolehan suara.

“Mungkin ada kaitan, tapi kami tidak bisa ukur seberapa signifikan pengaruhnya,” tegasnya.

Berdasarkan rekapitulasi sementara, Golkar dan Gerindra berada di posisi kedua dan ketiga setelah PDI Perjuangan (PDIP) yang menempati posisi teratas.

Sedangkan berdasarkan hasil quick count sejumlah lembaga, Golkar berada di posisi kedua dengan perolehan sekitar 14 persen dan Gerindra di posisi ketiga dengan total suara sekitar 13 persen.

Capaian suara Golkar ini naik signifikan dari Pemilu 2019. Bisa dipastikan, perolehan kursi Golkar di Parlemen akan bertambah dari periode sebelumnya.