DPP GOLKAR

Sekjen Kosgoro Minta Ridwan Hisjam Minta Maaf Soal Pernyataan Munaslub

0
Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Kolektif (PPK) Kosgoro 1957, Sabil Rachman.

Berita Golkar-Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Kolektif (PPK) Kosgoro 1957 Sabil Rachman menyebut wacana musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) yang digulirkan salah satu anggota Dewan Pakar Partai Golkar sebagai pelanggaran etik dan moral kepartaian.

Sabil menegaskan, wacana itu bisa berpotensi memunculkan sesuatu yang tidak sehat bagi partai dan seluruh kader yang sedang berjuang mencapai target kemenangan di Pemilu 2024.

“Ide itu dapat dinilai pelanggaran etik dan moral kepartaian. Kecuali jika yang menyatakan itu dinilai tidak atau kurang waras secara organisatoris,” kata Sabil dalam keterangan, Rabu (12/7/2023).

Diketahui, wacana munaslub pertama kali disampaikan anggota Dewan Pakar partai Golkar Ridwan Hisjam.

Baca Juga :  Legislator Golkar Menyerahkan Sertifikasi kepada 113 Penambang Pompong Penyengat

Menurut Sabil, sosok Ridwan Hisjam memiliki moral kepartaian yang tidak baik.

Ia mengaku ada dua pilihan yang bisa diambil terkait munculnya wacana munaslub ini.

Pertama, Ridwan Hisjam harus menyatakan permohonan maaf karena telah membuat kegaduhan di internal partai di tengah semangat kader mencapai target kemenangan partai.

“Jika itu (permohonan maaf) tidak dilakukan. Maka partai punya mekanisme yang berlaku bagi siapapun kader dan anggota partai termasuk tokoh senior Pak Ridwam Hisjam. Ini penting dilakukan untuk tidak jadi preseden dimana semua anggota bisa bicara ngawur tanpa alasan organisatoris,” tutur Sabil.

Sekjen Kosgoro 1957 mengaku sangat menyesalkan pernyataan Ridwan Hisjam yang disampaikan usai Dewan Pakar menggelar rapat di kediaman Ketua Dewan Pakar Agung Laksono.

Baca Juga :  Ace Hasan Beri Tanggapan Soal Penayangan film 'His Only Son'

Padahal, Dewan Pakar sudah mengeluarkan pernyataan resmi terkait kesimpulan rapat.

Dewan Pakar melalui surat resmi menyatakan tak pernah membahas munaslub dalam rapat.

“Saya melihat bahwa ada niat dan kecendrungan rapat Dewan Pakar itu dijadikan instrumen atau bahkan ada kecenderungan merusak kredibilitas dan komitmen Dewan Pakar,” tegas Sabil.

Sabil menyarankan agar Ridwan Hisjam segera membuat pernyataan permintaan maaf atas kegaduhan yang ditimbulkannya.

“Berhentilah bicara, apa lagi buat pernyataan yang bisa membingungkan publik dan tidak ada dasar yang kuat. Sebagai senior ia harus bisa lebih bijak untuk tidak asal bicara keluar dan sedikit memahami psikologi kader yang sedang berjuang,” tegas Sekjen Kosgoro 1957