DPP GOLKAR

Waketum Erwin Aksa: NU Punya Sejarah Panjang Pengabdian pada Umat, Bangsa, dan Negara

0
Wakil Ketua Umum Bidang Penggalangan Strategis DPP Partai Golkar, Erwin Aksa.

Berita Golkar – Nahdlatul Ulama (NU), ormas Islam terbesar di Indonesia akan memasuki usia satu abad bulan ini, Partai Golkar yakin, organisasi yang didirikan oleh Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari ini akan terus menjaga Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Wakil Ketua Umum Bidang Penggalangan Strategis Partai Golkar Erwin Aksa mengatakan NU mempunyai sejarah panjang pengabdian pada umat, bangsa dan negara.

NU bahkan berkontribusi mendirikan Indonesia, baik dalam mengusir kaum penjajah dan mempertahankan kemerdekaan.

“Resolusi Jihad” yang dikeluarkan pada tahun 1945, menjadi salah satu pengobar semangat untuk membela tanah air Indonesia.

Peran itu menurut Erwin berlanjut hingga kini di segala bidang, baik dalam pendidikan, ekonomi, kesehatan sosial maupun lapangan pengabdian yang lain.

“NU membuktikan perannya sebagai organisasi yang mewujudkan Islam rahmatan lil alamin,” ujar dia, Selasa (24/1) dalam keterangan pers.

Baca Juga :  Muslim Jaya Butar-Butar Ungkap Bahaya Penundaan Pemilu 2024

Menurut Erwin, Pancasila sebagai ideologi negara sebenarnya adalah cerminan dari Islam wasathiyah, salah satu prinsip Nahdlatul Ulama, yang selama ini mampu mewujudkan kerukunan umat beragama di Indonesia.

NU juga selalu mengutamakan nilai-nilai toleransi, persatuan, dan kebhinekaan dalam membentuk masyarakat Indonesia yang majemuk dan toleran.

Selain itu, NU dengan prinsip waliyul amri dharuri bis-syaukah atau “menaati pemimpin bangsa yang berkuasa” membuat organisasi ini selalu bersama-sama dengan pemimpin bangsa merawat Indonesia.

Dengan prinsip ini, NU selalu memberikan dukungan kepada pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial dan politik negara.

“Dalam usianya yang menginjak satu abad, Partai Golkar yakin NU akan terus merawat Pancasila dan NKRI,” ujar dia.

Menurut Erwin, sebagai sebuah organisasi usia 100 tahun ini bukan waktu yang pendek, bahkan lebih tua dari umur Indonesia, sehingga banyak pengalaman yang bisa dijadikan pelajaran penting.

Golkar dan Nahdlatul Ulama Banyak Persamaan 

Menurut Erwin, Partai Golkar banyak memiliki kesamaan dengan NU, terutama dalam  menjunjung tinggi Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi.

Baca Juga :  Guna Akomodir Perkembangan Teknologi, Dave: Perlunya Revisi UU Penyiaran

NU melalui ajaran Islam yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sementara Golkar adalah partai yang berdiri atas dasar Pancasila.

NU dan Golkar juga bersama-sama memperjuangkan persatuan dan kesatuan bangsa, di satu sisi NU melalui dakwah toleransi dan kebhinekaan, sementara Golkar berusaha menjadi partai tengah, yaitu partai yang merangkul semua golongan.

Tema peringatan 100 Tahun dengan tema  ‘Mendigdayakan Nahdlatul Ulama Menjemput Abad Kedua Menuju Kebangkitan Baru’ ini penting untuk menandai kebangkitan baru NU dan juga bangsa Indonesia yang baru saja dilanda pandemi COVID-19 menghadapi tahun-tahun penuh tantangan di masa depan.

“Semangat dari peringatan 100 tahun NU ini bisa menjadi pondasi bangsa Indonesia untuk menghadapi tahun-tahun penuh tantangan ke depan,” ujar Erwin.

“Partai Golkar selalu menghormati perjuangan NU dan akan terus bekerja sama dengan NU dalam memperjuangkan kepentingan bangsa dan negara,” tutup Erwin.