EKSEKUTIF

Menko Airlangga Ungkap 3 Hal yang Perlu Didorong Jadikan ASEAN Pusat Pertumbuhan

0
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

Berita Golkar – Indonesia memegang Keketuaan ASEAN pada tahun ini. Ini adalah kali keempat bagi Indonesia memegang Keketuaan ASEAN.

Keketuaan Indonesia menjadi sangat strategis. Pasalnya, kawasan ASEAN akan memegang peran penting dalam perekonomian global di tengah kondisi dunia yang berada dalam masa krisis dengan banyaknya tantangan global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Dewan Masyarakat Ekonomi ASEAN atau AECC (ASEAN Economic Community Council) Airlangga Hartarto mengatakan banyaknya tantangan pada tahun ini menjadi kesempatan besar bagi Indonesia untuk menjadi natural leader di kawasan.

Baca Juga :  Siap Hadapi Pileg 2024, Golkar Pakpak Bharat Daftarkan 20 Bacaleg ke KPU

Airlangga juga menjelaskan melalui Keketuaannya tahun ini, Indonesia memiliki visi untuk menjadikan ASEAN sebagai pusat pertumbuhan dunia sesuai tema ASEAN Matters: Epicentrum of Growth.

Menurut Airlangga ada tiga hal yang perlu didorong untuk menjadikan ASEAN sebagai pusat pertumbuhan yaitu mengembangkan ketahanan kawasan, memperkuat faktor-faktor pendukung, serta mendorong implementasi ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP).

Ketahanan kawasan akan diwujudkan dalam bentuk aristektur kesehatan, ketahanan pangan, stabilitas keuangan, dan ketahanan energi.

Terkait ketahanan energi, program akan diarahkan untuk mendukung percepatan transisi energi.

Baca Juga :  Kawal Pemilu 2024, 9016 Saksi Golkar Kabupaten Tangerang Mulai Ikut Bimtek

ASEAN akan didorong sebagai hub kendaraan listrik global, serta penguatan upaya de-karbonisasi sektor transportasi.

Sementara itu, faktor pendukung yang akan diperkuat adalah Sustainable Development Goals (SDGs), pasar keuangan dan inevstasi, transformasi digital, ekonomi kreatif, serta penanganan perubahan iklim.

“Tema dilatarbelakangi oleh modalitas yang mendukung pertumbuhan ekonomi ASEAN, seperti populasi usia produktif yang tinggi, pendapatan per kapita yang terus meningkat, serta perjanjian perdagangan dengan mitra dagang utama yang menjamin akses pasar dan kebutuhan dunia usaha,” tutur Menko Airlangga, dalam keterangan resminya