LEGISLATIF

Adies Kadir Puji Kinerja Kemenkumham & Dirjen Imigrasi Selama KTT G20

0
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Adies Kadir.

Berita Golkar – KTT G20 ke-17 di Bali (15-16 November 2022) sudah resmi ditutup oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pada proses penyelenggaraannya berjalan lancar dengan melibatkan banyak pihak termasuk Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

“Pimpinan Komisi III DPR RI memiliki catatan tersendiri terkait KTT G20 tersebut, khususnya Kemenkumham. Bagi Komisi III DPR, pihak Kemenkumham khususnya Dirjen Imigrasi yang gercap (gerak cepat) memudahkan delegasi bebas visa termasuk jurnalis yang ingin meliput acara KTT G20,” kata Wakil Ketua Komisi III DPR RI DR Ir H Adies Kadir, SH, MHum pada wartawan Lintas Parlemen, Jakarta, Kamis (17/11/2022).

Menurut Adies, skenario tersebut sangat jitu mensukseskan penyelenggaraan KTT G20.

Ia menjelaskan skenario Imigrasi, usai pesawat delegasi mendarat di Bandara Ngurah Rai, para petugas Imigrasi didampingi protokol dan konsuler Kementerian Luar Negeri (Kemlu) sudah bersiap-siap di dekat pesawat kepresidenan untuk mengumpulkan paspor milik delegasi tesebut kemudian membawa ke terminal VIP.

Adies menjelaskan, dengan kebijakan tersebut memberi kenyamanan dan kemudahan bagi delegasi dan jurnalis melaksanakan tugasnya selama di Bali.

Baca Juga :  Taufan Pawe Buka Kegiatan Dikpol II Golkar Institute di Sulsel

Dengan bebas visa tersebut, delegasi yang terdiri dari pimpinan negara dan menteri tidak perlu lagi melewati konter pemeriksaan imigrasi seperti perjalanan internasionan pada umumnya.

“Pada prosesnya, berbagai kemudahan yang telah diberikan oleh Dirjen Imigrasi khususnya bagi delegasi VIP dengan akses bebas visa tanpa harus melakukan tatap muka di counter, sehingga membuat kenyamanan proses keimigrasian di forum KTT G20 ini,” terang Adies yang juga Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Bidang Hukum ini.

Politisi asal Dapil Jawa Timur I ini menjelaskan, skenario pelayanan pemeriksaan keimigrasian seperti ini tidak hanya dimaksudkan untuk memberi kemudahan pada delegasi yang hadir.

Namun, lanjutnya, skenario seperti ini untuk memastikan situasi di area terminal reguler kedatangan tetap kondusif bagi penumpang lainnya.

“Tentu, dengan adanya skenario seperti ini, delegasi yang terdiri dari Kepala Negara, Menteri tidak perlu datang ke konter pemeriksaan imigrasi seperti biasanya,” sambung Adies.

Baca Juga :  Demi Perekonomian yang Lebih Baik, Menko Airlangga: Dibutuhkan Kerja Sama Semua Pihak

Ketua Umum DPP Ormas MKGR ini berharap, dengan inovasi yang dilakukan oleh Dirjen Imigrasi Kemenkumham tersebut bisa memberi kesan positif bagi pimpinan negara atau seluruh delegasi KTT G20 yang hadir terhadap Indonesia.

Menurutnya, jika delegasi KTT G2o memiliki kesan positif bagi Indonesia bisa berimbas pada sektor lainnya.

“Kita sangat berharap dengan pola kerja Dirjen Imigrasi itu, kita melihatnya sebagai inovasi untuk memberikan kesan positif pada semua delegasi yang hadir di KTT G20,” terang Adies.

Sebagai informasi, data dari Imigrasi Ngurah Rai kedatangan di tanggal 13 November 2022 sebagai pesawat pertama kenegaraan ada 8 pesawat. Di hari berikutnya ada 27 pesawat dan di tanggal 15 November sebanyak 6 pesawat yang mendarat.

Saat kebijakan Visa on Arrival dibuka, volume kedatangan ke Indonesia khususnya ke Bali mengalami peningkatan yang signifikan.

Hal itu imbas dari kemudahan dan kenyamanan yang datang ke Bali bersamaan dengan penyelenggaraan KTT G20.