LEGISLATIF

Bansos dan BLT, Golkar: Pertahankan Daya Beli Masyarakat

0
Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Parti Golkar, Lamhot Sinaga.

Berita Golkar – Adanya Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang digelontorkan pemerintah pasca kenaikan harga BBM dinilai sebagai upaya untuk menjaga daya beli masyarakat.

Dikatakan Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Parti Golkar, Lamhot Sinaga, setiap kenaikan 10 persen BBM akan berdampak pada inflasi sebesar 0,5 persen.

“Konsekuensinya adalah daya beli menurun. Maka, pemerintah memberikan bantuan sosial supaya daya beli masyarakat dan inflasi tetap terjaga,” kata Lamhot kepada wartawan, Kamis (15/9).

Baca Juga :  Rudy Mas'ud Minta PT Jasindo Selalu Perbarui Data untuk Rumah Sakit Khususnya di Daerah

Ia berujar, subsidi BBM selama ini tidak tepat sasaran. Oleh karenanya, pengalihan subsidi BBM ke BLT diharapkan bisa menyasar langsung kepada masyarakat kurang mampu.

Ia lantas mencontohkan banyaknya mobil mewah justru menggunakan BBM subsidi jenis Pertalite.

“Subsidi kita itu tidak tepat sasaran, hampir 70 persen. Orang yang sudah memiliki mobil seharusnya tidak perlu lagi dan sudah tidak layak mendapatkan subsidi,” sambung politisi Golkar ini.

You may also like