BERITALEGISLATIF

Fraksi Partai Golkar Perjuangkan Aspirasi Bantuan Biaya Renovasi “Rutilahu” di Sumatera Barat

0
Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Golkar John Kenedy Azis.

Berita Golkar – Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Golkar John Kenedy Azis menyalurkan bantuan renovasi 20 unit rumah tidak layak huni atau (Rutilah) untuk Kota Pariaman, Sumatera Barat dari Kementerian Sosial.

“Yang disalurkan melalui saya di Sumbar ada 108 unit yang masing-masing rumah mendapatkan bantuan Rp20 juta,” kata John Kenedy Azis dikutip melalui salah satu media pemberitaan online pada Selasa (23/11/2021).

Jika dijumlahkan dengan dana maka besaran bantuan itu untuk Kota Pariaman Rp400 juta sedangkan untuk Sumbar lebih dari Rp2,1 miliar.

Ia menyampaikan bantuan tersebut hanya dapat digunakan untuk membeli bahan bangunan atau sebagai stimulus sedangkan untuk upah berupa swadaya dari masyarakat.

Baca Juga :  Wakil Ketua Komisi X DPR RI F-Golkar Sambut Positif SKB Tiga Menteri Soal Seragam Sekolah

Ia menjelaskan dirinya meminta bantuan tersebut kepada Kemensos karena melihat masih banyak rumah warga yang tidak layak huni di Sumbar.

“Melalui bantuan ini nanti penerima manfaat dapat menghuni rumah yang layak,” katanya.

Ia menyampaikan saat ini pihaknya juga sedang mendata rumah yang tidak layak huni lainnya untuk diusulkan ke Kemensos RI agar pada 2022 dapat direnovasi.

“Saya pastinya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah hingga tingkat kepala desa dan tokoh masyarakat yang membantu menjalankan program ini,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Pariaman Mardison Mahyuddin mengatakan masih ada rumah di daerah itu yang tidak layak huni sehingga bantuan renovasi rumah tersebut dibutuhkan warga.

Baca Juga :  Wakil Ketua DPRD Maluku PAW Dijabat Rasyad Efendy Latuconsina dari Fraksi Golkar

“Karena itu saya mengucapkan terima kasih kepada Kemensos dan pak John Kenedy atas perjuangannya,” ujarnya.

Ia menyampaikan pihaknya juga sudah membantu merenovasi sejumlah rumah warga yang tidak layak huni yang tidak saja melalui badan amil zakat setempat namun juga dari pemangku kepentingan di daerah itu.

Salah seorang penerima bantuan renovasi rumah di Pariaman Syafrudin mengatakan dirinya tidak mampu merenovasi rumah karena pekerjaannya hanya sebagai buruh.

“Apalagi sekarang pandemi, jadi saya berharap nanti ada bantuan dari Kemensos agar saya dapat memiliki usaha sendiri,” tambahnya.