BERITAEKSEKUTIF

Airlangga Hartarto Bakal Tutup Perdagangan BEI Tahun 2020

0
Foto - Airlangga Hartarto Menteri Koordinator Bidang Perekonomian

Berita Golkar – Di hari terakhir perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (30/12/2020), Menteri Koordinantor Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dijadwalkan akan menutup perdagangan bursa tahun ini.

Berdasarkan informasi yang disiarkan BEI, agenda ini akan diawali dengan laporan kinerja BEI dalam setahun terakhir oleh Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi.

Selanjutnya, sambutan yang disampaikan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso. Selanjutnya, Menko Airlangga yang juga mantan Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) itu juga akan menyampaikan pidato.

Tidak seperti biasanya, karena pandemi, seremoni penutupan perdagangan tidak dilaksanakan di Main Hall Gedung BEI, melainkan dilakukan secara virtual.

Baca Juga :  Menpora Berharap Atlet di Pelatnas Menahan Diri untuk Tidak Pulang Kampung

Turut hadir dalam acara penutupan perdagangan ini adalah Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Hoesen, Direktur Utama Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), Sunandar dan Direktur Utama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Uriep Budhi Prasetyo.

Seperti diketahui, tahun lalu, penutupan perdagangan di BEI ditutup oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Kala itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 29,77 poin ke level 6.299,54 poin dengan nilai transaksi mencapai Rp 11,41 triliun. Pelaku pasar asing masuk di pasar negosiasi dan tunai Rp 585,62 miliar dan di pasar reguler net sell asing Rp 582,64 miliar.

Baca Juga :  Usung Gus Ipul di Pilwali Pasuruan Golkar Mantap Koalisi Dengan PKB

Dalam kesempatan tersebut, Bendahara Negara menyambut baik capaian penambahan investor pasar modal sebesar 40% menjadi 2,4 juta dari tahun sebelumnya.

Ia juga berpesan agar kredibilitas pasar modal Indonesia perlu dijaga salah satunya dengan meningkatkan perlindungan investor.

“Diharapkan akan terus dilakukan sehingga reputasi pasar modal dapat tempat di investor dan stakeholder [pemangku kepentingan] dan bisa jadi tempat investasi yang bisa diharapkan reliability-nya oleh masyarakat,” katanya.